7 Khasiat Kunyit Hitam yang Jarang Diketahui, dari Redakan Radang Sendi hingga Bantu Atasi Asma

Penulis -

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kunyit hitam. (Foto: Alodokter)

Ilustrasi kunyit hitam. (Foto: Alodokter)

Javanusa.com—Kunyit hitam atau Curcuma caesia belum sepopuler kunyit kuning di Indonesia. Meski begitu, tanaman herbal ini menyimpan beragam senyawa aktif yang berpotensi mendukung kesehatan. Mulai dari membantu mengendalikan gula darah hingga meredakan peradangan.

Berbagai manfaat tersebut didukung oleh sejumlah penelitian, meski penggunaannya tetap perlu disertai pertimbangan medis.

Mengenal Kunyit Hitam dan Kandungan Nutrisinya

Kunyit hitam (Curcuma caesia) merupakan tanaman herbal yang banyak tumbuh di India dan Nepal. Sekilas bentuknya menyerupai kunyit biasa, tetapi rimpangnya memiliki warna biru tua hingga kehitaman pada bagian dalam.

Selain tampilannya yang khas, kunyit hitam mengandung berbagai senyawa fitokimia yang berperan sebagai zat aktif. Di antaranya kurkumin, flavonoid, fenol, steroid, glikosida, saponin, dan tanin.

Tak hanya itu, penelitian dalam jurnal Biochemical Systematics and Ecology juga melaporkan bahwa tanaman ini mengandung sejumlah mineral penting, seperti zat besi, kalsium, kalium, natrium, magnesium, dan fosfor.

Berbekal kandungan tersebut, kunyit hitam telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Sejumlah penelitian modern pun mulai mengkaji potensi manfaatnya bagi kesehatan.

1. Berpotensi Membantu Meredakan Radang Sendi

Radang sendi atau arthritis sering menyebabkan nyeri, pembengkakan, serta kekakuan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Recent Scientific Research menunjukkan bahwa ekstrak etanol kunyit hitam berpotensi membantu mengurangi peradangan pada penderita arthritis.

Efek tersebut dikaitkan dengan sifat antiinflamasi kunyit hitam yang mampu menghambat pembentukan prostaglandin sekaligus menekan sitokin pemicu peradangan, seperti TNF dan NF-kB.

2. Membantu Melawan Radikal Bebas

Paparan radikal bebas dapat merusak sel tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk gangguan jantung, peradangan berkepanjangan, hingga kanker.

Kunyit hitam mengandung antioksidan alami berupa flavonoid, saponin, dan tanin pada akar maupun daunnya. Senyawa tersebut berperan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Baca Juga :  Pemko Padang Perkuat Integrasi Layanan Kesehatan Primer hingga Tingkat Posyandu
3. Memiliki Aktivitas Antibakteri

Manfaat lain kunyit hitam berasal dari kandungan kurkuminnya yang memiliki sifat antibakteri.

Senyawa ini dilaporkan efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, penyebab berbagai infeksi seperti bisul, impetigo, selulitis, hingga keracunan makanan.

Selain itu, penelitian dalam Tropical Journal of Natural Product Research menemukan kombinasi ekstrak kunyit hitam dan jahe merah berpotensi melawan Klebsiella pneumoniae, bakteri yang sering menyebabkan pneumonia.

4. Berpotensi Menekan Risiko Kanker

Sejumlah penelitian juga mengaitkan kunyit hitam dengan potensi pencegahan kanker.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of Indian Academy of Oral Medicine and Radiology menyebutkan bahwa kurkumin dapat membantu mengendalikan pertumbuhan sel kanker.

Mekanismenya meliputi pengurangan peradangan, penekanan stres oksidatif, serta pengaturan gen yang berhubungan dengan proliferasi sel kanker. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan.

5. Mendukung Pengendalian Diabetes

Kunyit hitam juga menunjukkan potensi dalam membantu mengontrol kadar gula darah.

Menurut penelitian yang dimuat dalam Oriental Pharmacy and Experimental Medicine, ekstrak kunyit hitam mampu menghambat kerja enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase yang bertugas memecah karbohidrat menjadi gula.

Dengan mekanisme tersebut, penyerapan gula di saluran pencernaan dapat berkurang sehingga kadar gula darah lebih mudah dikendalikan.

6. Membantu Mempercepat Penyembuhan Luka

Sifat antiinflamasi dan antibakteri membuat kunyit hitam berpotensi mendukung proses penyembuhan luka.

Kemampuannya mengurangi peradangan sekaligus menekan risiko infeksi bakteri dapat membantu mempercepat pemulihan jaringan yang mengalami cedera.

7. Membantu Meredakan Asma

Dalam pengobatan tradisional, kunyit hitam sering dimanfaatkan sebagai herbal untuk mengatasi gangguan pernapasan, termasuk asma.

Sifat antiinflamasi pada tanaman ini diyakini membantu mengurangi peradangan di saluran napas. Sementara itu, penelitian dalam NeuroPharm Journal menyebutkan kunyit hitam berpotensi menstabilkan sel mast yang berperan dalam reaksi alergi dan peradangan, sehingga dapat membantu mencegah kekambuhan asma yang dipicu alergi.

Baca Juga :  Peresmian Gedung Baru RSPON: Presiden Prabowo Kenang Prof. Mahar Mardjono
Cara Mengonsumsi Kunyit Hitam dengan Aman

Kunyit hitam tersedia dalam bentuk rimpang segar, bubuk, maupun suplemen ekstrak. Bubuk kunyit hitam dapat digunakan sebagai bumbu masakan atau diseduh setelah direbus. Bagi yang memilih suplemen, penting memperhatikan dosis dan kandungan produknya.

Perlu diingat, suplemen kunyit hitam berpotensi berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya sebagai pendamping terapi, terutama bagi penderita penyakit kronis atau yang rutin mengonsumsi obat. (*)

Berita Terkait

Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru