Nyeri Haid Berlebihan Bisa Jadi Tanda Kista Endometriosis, Kenali Gejala dan Dampaknya terhadap Kesuburan

Penulis -

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita mengalami nyeri haid. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi wanita mengalami nyeri haid. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Banyak perempuan menganggap nyeri saat menstruasi sebagai kondisi yang normal. Namun, keluhan yang semakin berat atau mengganggu aktivitas sehari-hari patut diwaspadai karena bisa berkaitan dengan kista endometriosis.

Kista endometriosis merupakan komplikasi dari endometriosis, yaitu kondisi ketika jaringan endometrium yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim justru tumbuh di luar rahim. Gangguan ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan reproduksi dan kesuburan.

Menurut dr. Agus Heriyanto, Sp.OG, Subsp FER, MARS, MM, kista endometriosis terbentuk di ovarium akibat penumpukan darah dari jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim. Karena berisi darah berwarna cokelat tua, kondisi ini dikenal pula sebagai endometrioma atau chocolate cyst.

Pada siklus menstruasi normal, jaringan endometrium akan menebal untuk mempersiapkan kehamilan, kemudian luruh ketika pembuahan tidak terjadi. Sebaliknya, pada endometriosis, jaringan tersebut tumbuh di organ lain seperti ovarium, tuba falopi, atau rongga panggul sehingga darah tidak dapat keluar bersama menstruasi. Penumpukan darah inilah yang kemudian membentuk kista.

Keberadaan kista endometriosis umumnya menunjukkan bahwa endometriosis telah berkembang ke tahap yang lebih berat sehingga membutuhkan penanganan medis.

Gejala Kista Endometriosis yang Perlu Diwaspadai

Kista endometriosis berukuran kecil terkadang tidak menimbulkan keluhan. Namun, ketika ukurannya membesar, gejala yang muncul dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa tanda yang sering dialami antara lain:

    • Nyeri hebat di perut bagian bawah atau panggul saat menstruasi.
    • Nyeri ketika berhubungan seksual.
    • Nyeri saat buang air kecil atau buang air besar.
    • Frekuensi buang air kecil meningkat.
    • Nyeri pada punggung bagian bawah.
    • Perut terasa kembung.
    • Mual dan muntah.

Jika keluhan tersebut muncul berulang atau semakin berat, segera periksakan diri ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi agar penyebabnya dapat dipastikan sejak dini.

Baca Juga :  Hingga Mei 2024, 85 Titik Jalan Telah Ditambal, 20 Titik Jalan Dicor
Apakah Kista Endometriosis Menyebabkan Sulit Hamil?

Salah satu kekhawatiran terbesar penderita endometriosis adalah peluang untuk memiliki keturunan. Kista endometriosis memang dapat menurunkan tingkat kesuburan, tetapi kondisi tersebut tidak berarti seseorang pasti tidak bisa hamil.

Berbagai penelitian menunjukkan sekitar 30–50 persen perempuan dengan endometriosis mengalami gangguan kesuburan, baik pada kehamilan alami maupun melalui program kehamilan berbantu. Meski demikian, peluang kehamilan tetap bergantung pada ukuran kista, tingkat keparahan penyakit, usia, dan kondisi organ reproduksi masing-masing pasien.

Mengapa Endometriosis Memengaruhi Kesuburan?

Kista endometriosis dapat menghambat kehamilan melalui beberapa mekanisme.

Pertama, pertumbuhan kista di ovarium atau tuba falopi dapat memicu terbentuknya jaringan parut dan perlengketan. Kondisi tersebut menghambat pertemuan sel telur dengan sperma sehingga proses pembuahan menjadi lebih sulit.

Kedua, kista dapat mengganggu fungsi ovarium dalam melepaskan sel telur yang matang. Gangguan ovulasi secara langsung akan menurunkan peluang terjadinya kehamilan.

Selain itu, endometriosis juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan sistem kekebalan tubuh. Perubahan tersebut berpotensi mengganggu kualitas sel telur, proses pembuahan, hingga keberhasilan embrio menempel pada dinding rahim.

Diagnosis Dilakukan Melalui Pemeriksaan Medis

Diagnosis kista endometriosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala. Dokter biasanya memulai pemeriksaan dengan evaluasi panggul, kemudian melanjutkannya menggunakan USG atau MRI untuk mengetahui ukuran, lokasi, dan kondisi kista secara lebih rinci.

Hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi pasien. Dokter akan mempertimbangkan ukuran kista, tingkat nyeri, usia, serta rencana kehamilan sebelum memilih penanganan.

Pilihan Penanganan Kista Endometriosis

Menurut dr. Agus Heriyanto, penanganan kista endometriosis disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Pilihan terapi meliputi pemantauan berkala apabila kista berukuran kecil dan tidak menimbulkan keluhan, pemberian obat untuk mengontrol hormon serta mengurangi nyeri dan pertumbuhan jaringan endometriosis, hingga tindakan operasi apabila ukuran kista melebihi 4 sentimeter, menyebabkan nyeri berat, atau mengganggu kesuburan.

Baca Juga :  Wajib Tau! Ini 9 Manfaat Air Tebu untuk Kesehatan

Dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risiko setiap tindakan sebelum menentukan terapi terbaik.

Waspadai Tanda Darurat

Selain menyebabkan nyeri kronis, kista endometriosis juga dapat pecah meski kasusnya tidak sering terjadi. Kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera.

Segera datang ke fasilitas kesehatan apabila mengalami nyeri hebat yang muncul mendadak di perut bagian bawah, tubuh terasa sangat lemas, pusing hingga hampir pingsan, atau disertai demam, mual, dan muntah yang tidak kunjung membaik.

Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi sekaligus menjaga kesehatan reproduksi. Karena itu, perempuan yang mengalami nyeri haid tidak biasa atau disertai keluhan lain sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru