Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Fesyen dan Kriya lewat Program CBI

Penulis -

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenperin memperkuat daya saing IKM fesyen dan kriya melalui program Creative Business Incubator (CBI). (Foto: Kemenperin)

Kemenperin memperkuat daya saing IKM fesyen dan kriya melalui program Creative Business Incubator (CBI). (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) fesyen dan kriya melalui program Creative Business Incubator (CBI).

Program ini menggabungkan pelatihan, pendampingan bisnis, penguatan merek, hingga akses pasar dan pembiayaan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai pelaku IKM perlu memiliki strategi bisnis yang jelas agar mampu bertahan di tengah persaingan pasar. Kualitas produk saja belum cukup untuk membawa usaha tumbuh dan naik kelas.

“Kami terus memantau dan memastikan agar para wirausaha muda dan IKM sektor fesyen dan kriya bisa lebih berani, produktif, dan naik kelas dengan memiliki strategi bisnis yang tepat, terukur, dan terus dievaluasi. Oleh sebab itu, kami memiliki Program Creative Business Incubator yang diinisiasi Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di bawah Ditjen IKMA yang fokus pada pengembangan sektor industri ini,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8).

Industri Fesyen dan Kriya Tumbuh Positif

Menurut Agus, prospek industri fesyen dan kriya nasional masih terbuka lebar. Pertumbuhan sektor tersebut tercatat meningkat dari 2,43 persen pada 2024 menjadi 4,93 persen pada 2025.

Kinerja ekspor juga menunjukkan potensi pasar yang besar. Pada Januari-April 2026, nilai ekspor industri kriya mencapai USD228 juta.

Sementara itu, ekspor industri fesyen pakaian jadi mencapai USD2,78 miliar. Ekspor industri tekstil pada periode yang sama tercatat sebesar USD1,04 miliar.

Pertumbuhan tersebut membuka peluang bagi pelaku IKM untuk memperluas pasar. Namun, persaingan yang semakin ketat menuntut mereka memiliki karakter produk dan identitas merek yang kuat.

“Tantangannya adalah bagaimana desainer maupun pemilik usaha dan jenama mampu membangun identitas yang kuat, memahami konsumen, serta menciptakan nilai unik yang menjadi keunggulan kompetitif di tengah persaingan pasar,” ujar Agus.

Kemenperin melihat pendampingan bisnis sebagai salah satu cara untuk menjawab tantangan tersebut. Melalui CBI, pelaku IKM juga diarahkan membangun koneksi dengan pelaku industri lain sehingga terbentuk ekosistem dan rantai pasok lokal yang lebih terintegrasi.

Baca Juga :  Pemko Padang Matangkan Pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih
CBI 2026 Fokus pada Pendampingan Bisnis

BPIFK membuka Program CBI 2026 pada Juli 2026. Program tersebut menyasar wirausaha muda di sektor industri kreatif, terutama bidang fesyen dan kriya.

CBI tidak berhenti pada pemberian materi pelatihan. Peserta mendapatkan pendampingan bisnis secara bertahap dengan melibatkan akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang terkait.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan program tersebut menggunakan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan wirausaha muda.

“Peserta akan mendapatkan kelas dengan kurikulum yang telah disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan wirausaha muda, serta metode pembelajaran berupa materi, diskusi, penugasan mandiri, dan evaluasi. Kami berharap program ini mampu mendukung IKM agar dapat naik kelas, memperluas pasar, serta mengembangkan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Reni.

Program coaching CBI telah berjalan sejak 2018. Sejumlah alumninya mencatat perkembangan bisnis yang signifikan setelah mengikuti pendampingan.

Mereka berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan omzet. Sebagian alumni bahkan mampu meningkatkan skala usaha dari mikro menjadi kecil atau dari kecil menjadi menengah.

Alumni CBI Masuk Rantai Pasok Industri

Dampak program juga terlihat dari keberhasilan sejumlah alumni menjalin kemitraan dengan jenama dan industri yang lebih besar. Salah satunya Rappo, alumni CBI 2024 asal Makassar.

Rappo mengembangkan inovasi dengan mengolah limbah plastik menjadi produk kreatif bernilai tambah. Inovasi tersebut kemudian membuka peluang kolaborasi dengan Garuda Indonesia dan Borobudur Marathon.

“Keberhasilan para alumni tersebut menunjukkan bahwa pendampingan yang tepat dapat membuka peluang yang jauh lebih besar bagi IKM, baik dalam peningkatan kapasitas usaha, pengembangan pasar maupun membangun kemitraan dengan industri yang lebih besar,” tutur Reni.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran manfaat pendampingan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan produksi. Pelaku usaha juga membutuhkan akses jejaring dan peluang kerja sama agar dapat memperbesar skala bisnis.

Baca Juga :  Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam
20 Peserta Ikuti CBI 2026

Pada pelaksanaan CBI 2026, sebanyak 20 peserta terpilih akan mengikuti kelas daring selama 14 hari. Setelah itu, proses kurasi akan menentukan delapan peserta yang berhak mengikuti kelas tatap muka di Bali.

Peserta akan mempelajari berbagai aspek bisnis. Materinya mencakup manajemen strategi, manajemen operasi, hukum bisnis, serta pengelolaan keuangan.

Kelas tatap muka juga memberikan pendampingan intensif bersama mentor. Pendampingan mencakup evaluasi capaian kontrak dan pembahasan berbagai kendala yang dihadapi peserta.

“Mentor akan mengevaluasi capaian kontrak, kendala peserta, hingga bersama-sama menyusun langkah tindak lanjut untuk mencapai tujuan bisnis utama pada akhir tahun pelatihan,” jelas Reni.

Setelah menyelesaikan program, lulusan CBI menjadi mitra binaan Kemenperin. Status tersebut membuka kesempatan untuk memperluas jejaring melalui mitra strategis dan mengikuti pameran berskala nasional maupun internasional.

Lulusan juga dapat mengikuti business pitching bersama mitra ritel CBI, pemodal atau angel investor, serta mitra akses pendanaan. Fasilitas tersebut diharapkan mempertemukan IKM dengan pasar, sumber pembiayaan, dan calon mitra bisnis.

Creative Talk Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

Selain CBI, BPIFK rutin menggelar Creative Talk melalui seminar dan workshop. Salah satu kegiatan berlangsung di Celuk Design Centre, Gianyar, Bali.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi CBI 2026. Pendaftaran program berlangsung pada 20 Juli hingga 17 Agustus 2026.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya mengatakan Creative Talk berlangsung secara daring dan tatap muka. Kegiatan itu terbuka bagi pelaku industri fesyen dan kriya dari berbagai skala usaha.

“BPIFK rutin menggelar Creative Talk, baik melalui daring maupun tatap muka. Kegiatan ini tidak hanya ditujukan bagi pelaku IKM yang sudah berkembang, tetapi juga menyasar pelaku usaha fesyen dan kriya yang ingin naik kelas serta berkomitmen mengikuti tahapan membangun bisnis yang berkelanjutan,” ujar Dickie.

Baca Juga :  Perkuat Keamanan Pangan, Kemenperin Bekali Pengelola SPPG dengan Sistem HACCP

Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki daya juang sekaligus kemampuan beradaptasi. Inovasi juga menjadi faktor penting karena kebutuhan konsumen dan kondisi pasar terus berubah.

Bangun Identitas Merek dan Nilai Unik

Salah satu pembahasan dalam Creative Talk mengangkat tema “Membangun Brand dan Menentukan Nilai Unik agar Bisnis Dilirik Pasar”. Kegiatan tersebut berlangsung pada 30 Juli 2026.

Pendiri jenama TriCycle sekaligus alumni CBI 2018, Annisa Fauziah, membagikan pengalaman membangun bisnis kepada para wirausaha muda. Ia memperkenalkan konsep unique value proposition sebagai salah satu cara menciptakan keunggulan yang memiliki nilai jual.

Annisa menekankan pentingnya memahami pelanggan sebelum mengembangkan produk. Pelaku usaha perlu mengetahui kebutuhan dan persoalan konsumen agar dapat menawarkan solusi yang relevan.

Menurutnya, kualitas produk bukan satu-satunya penentu keberhasilan sebuah jenama. Identitas bisnis dan kemampuan membaca kebutuhan pelanggan juga berperan dalam membangun posisi usaha di pasar.

Peserta kemudian diperkenalkan dengan Value Proposition Canvas. Instrumen ini membantu pelaku usaha memetakan kebutuhan pelanggan dan merumuskan nilai yang ditawarkan bisnis.

Dalam sesi workshop, peserta menyusun Value Proposition Canvas berdasarkan bisnis masing-masing. Mereka memetakan target pelanggan, kebutuhan konsumen, tantangan yang dihadapi, serta solusi dan nilai tambah produk.

Beberapa peserta juga mempresentasikan hasil pemetaan tersebut. Narasumber memberikan masukan berdasarkan pengalaman praktis dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas pendampingan dari Kemenperin sebagai wadah pengembangan bisnis, perluasan jejaring, dan peningkatan daya saing. Semakin banyak peserta CBI yang berhasil, tentunya kontribusi sektor industri fesyen dan kriya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional juga akan semakin besar,” pungkas Dickie. (*)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Persiapan MTQ ke-42 Kota Padang Dimatangkan, 663 Kafilah Siap Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:27 WIB

PWI Health Fun Run 5K Hadir di Mandeh, Gabungkan Olahraga dan Promosi Wisata

Berita Terbaru