Mengapa Kerupuk Goreng Tinggi Kalori? Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Kesehatan

Penulis -

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kerupuk. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi kerupuk. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Kerupuk menjadi salah satu pelengkap makanan yang populer di Indonesia. Teksturnya yang renyah membuat makanan ini kerap hadir bersama nasi, soto, mi, hingga berbagai hidangan tradisional.

Meski demikian, kerupuk goreng memiliki kandungan kalori yang relatif tinggi. Proses penggorengan menjadi faktor utama karena kerupuk dapat menyerap minyak dalam jumlah cukup besar.

Pada dasarnya, kerupuk dibuat dari bahan seperti tepung tapioka atau tepung terigu. Produsen kemudian menambahkan bumbu serta bahan lain, seperti udang, ikan, atau sayuran.

Bahan berbasis tepung menjadi sumber utama karbohidrat. Namun, kandungan kalorinya dapat meningkat setelah kerupuk melewati proses pengolahan, terutama penggorengan.

Perubahan terbesar terjadi ketika kerupuk mentah bertemu minyak panas. Struktur makanan yang awalnya padat kemudian mengembang dan membentuk rongga-rongga kecil.

Mengapa Kerupuk Menyerap Banyak Minyak?

Menurut penjelasan yang dikutip dari KlikDokter, struktur kerupuk memiliki peran besar dalam proses penyerapan minyak.

1. Struktur Kerupuk Berpori

Kerupuk mempunyai struktur ringan dan berpori. Saat terkena minyak panas, air di dalam adonan menguap dengan cepat.

Proses tersebut meninggalkan ruang kosong di dalam kerupuk. Rongga inilah yang kemudian dapat terisi oleh minyak.

Akibatnya, kerupuk yang awalnya berbahan dasar tepung mengalami peningkatan kandungan lemak setelah digoreng.

2. Suhu Minyak Berpengaruh

Temperatur minyak juga menentukan jumlah minyak yang terserap. Suhu yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah dapat membuat proses penggorengan kurang optimal.

Secara umum, suhu penggorengan yang ideal berada pada kisaran 170 hingga 190 derajat Celsius.

Pengaturan suhu yang tepat membantu kerupuk matang dan mengembang dengan baik. Namun, waktu serta kondisi penggorengan tetap memengaruhi jumlah minyak yang masuk.

3. Terlalu Lama Digoreng

Durasi penggorengan juga menjadi faktor penting. Semakin lama kerupuk berada dalam minyak panas, peluang penyerapan minyak dapat semakin besar.

Baca Juga :  5 Teknik Sederhana untuk Mengatasi Disosiasi Saat Stres, Bisa Dilakukan Sendiri

Kerupuk yang terlalu lama digoreng juga berpotensi menjadi lebih berminyak. Kondisi ini tentu meningkatkan jumlah kalori pada produk akhir.

Lemak Menjadi Sumber Kalori Utama

Minyak goreng mengandung lemak yang memiliki nilai energi cukup tinggi. Setiap satu gram lemak menghasilkan sekitar 9 kalori.

Sebagai perbandingan, satu gram karbohidrat dan protein masing-masing menghasilkan sekitar 4 kalori.

Karena itu, minyak yang terserap selama proses penggorengan dapat meningkatkan total kalori secara signifikan.

Jenis minyak yang digunakan juga ikut menentukan komposisi lemak. Minyak kelapa sawit, minyak jagung, dan minyak kedelai termasuk jenis yang umum digunakan untuk menggoreng.

Minyak tersebut mengandung berbagai jenis lemak, baik jenuh maupun tidak jenuh. Keduanya tetap menyumbang energi terhadap makanan yang dikonsumsi.

Perbedaan Kalori Kerupuk Mentah dan Goreng

Penggorengan dapat mengubah nilai energi kerupuk secara cukup signifikan.

Dalam 100 gram kerupuk mentah, kandungan energi diperkirakan berada pada kisaran 350 hingga 400 kalori.

Setelah digoreng, jumlahnya dapat meningkat menjadi sekitar 500 hingga 600 kalori atau bahkan lebih. Besarnya peningkatan bergantung pada jumlah minyak yang terserap.

Karena itu, ukuran porsi perlu mendapat perhatian. Kerupuk sering dikonsumsi sebagai makanan pendamping sehingga jumlah kalorinya kerap tidak disadari.

Dampak Jika Terlalu Sering Mengonsumsi Kerupuk Goreng

Mengonsumsi kerupuk sesekali tentu berbeda dengan menjadikannya kebiasaan dalam jumlah besar. Asupan kalori dan lemak berlebih dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan.

Kenaikan Berat Badan

Makanan tinggi kalori dapat meningkatkan berat badan apabila energi yang masuk melebihi kebutuhan tubuh.

Risiko tersebut semakin besar jika konsumsi tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup.

Kadar Kolesterol Meningkat

Jenis dan jumlah lemak dalam pola makan dapat memengaruhi kadar kolesterol darah. Konsumsi lemak jenuh secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah.

Baca Juga :  7 Khasiat Kunyit Hitam yang Jarang Diketahui, dari Redakan Radang Sendi hingga Bantu Atasi Asma
Gangguan Pencernaan

Sebagian orang dapat mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang terlalu berminyak. Keluhan tersebut dapat berupa rasa tidak nyaman pada perut atau gangguan pencernaan.

Risiko Penyakit Kronis

Pola makan yang tinggi kalori dan lemak secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Di antaranya diabetes tipe 2, hipertensi, serta penyakit kardiovaskular, terutama jika disertai pola hidup kurang sehat lainnya.

Alternatif Menikmati Kerupuk dengan Lebih Sehat

Bagi pencinta kerupuk, mengurangi konsumsi minyak menjadi salah satu cara untuk menekan jumlah kalori.

1. Memilih Kerupuk Panggang

Kerupuk panggang dapat menjadi pilihan karena tidak menyerap minyak sebanyak kerupuk goreng. Teksturnya tetap dapat dibuat renyah dengan kandungan kalori yang lebih terkendali.

2. Mengolah dengan Cara Dikukus

Pengukusan tidak membutuhkan minyak. Metode ini dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi asupan lemak tambahan.

3. Memperhatikan Jenis Minyak

Bagi yang tetap memilih menggoreng, jenis minyak perlu diperhatikan. Namun, penggunaan minyak yang dianggap lebih baik tetap tidak berarti makanan boleh dikonsumsi tanpa batas.

Jumlah minyak yang terserap dan ukuran porsi tetap menentukan total asupan kalori.

4. Membatasi Porsi

Cara paling sederhana adalah mengatur jumlah konsumsi. Menikmati kerupuk dalam porsi wajar dapat membantu mengendalikan asupan energi harian.

Kerupuk goreng memiliki kalori tinggi terutama karena kemampuannya menyerap minyak saat proses penggorengan. Struktur berpori, suhu minyak, dan lama penggorengan menjadi faktor yang memengaruhi jumlah minyak tersebut.

Karena lemak menghasilkan energi lebih besar dibandingkan karbohidrat dan protein, penambahan minyak dapat meningkatkan total kalori secara signifikan.

Oleh sebab itu, membatasi porsi atau memilih metode pengolahan lain dapat menjadi pilihan untuk tetap menikmati kerupuk dengan lebih bijak. (*)

Baca Juga :  Ingin Kulit Halus dan Bebas Kusam? Yuk, Kenali Manfaat Masker Bengkoang Alami

Berita Terkait

Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru