Javanusa.com—Bau durian yang tertinggal di mulut dan tangan sering kali bertahan cukup lama setelah makan. Meski aromanya menjadi ciri khas buah ini, banyak orang mencari cara menghilangkan bau durian agar aktivitas tetap nyaman.
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba, mulai dari menjaga kebersihan mulut hingga memanfaatkan minuman tertentu.
Durian dikenal sebagai buah dengan cita rasa khas dan aroma yang sangat kuat. Bau tersebut tidak hanya berasal dari daging buah, tetapi juga dapat menempel di rongga mulut, tangan, bahkan napas setelah selesai menyantapnya.
Meski aromanya sulit hilang, Anda tidak perlu khawatir. Berbagai cara berikut dapat membantu mengurangi bau durian dengan lebih efektif sekaligus menjaga kebersihan mulut.
1. Perbanyak minum air putih
Minum air putih menjadi langkah paling sederhana untuk membantu mengurangi bau durian di mulut. Air membantu membersihkan sisa makanan yang masih tertinggal sekaligus merangsang produksi air liur.
Air liur berperan menjaga kelembapan rongga mulut. Jika mulut terlalu kering, bakteri lebih mudah berkembang dan menghasilkan senyawa sulfur yang memicu bau tidak sedap.
2. Sikat gigi dan lakukan flossing
Membersihkan gigi setelah makan durian dapat mengurangi sisa buah yang menempel di permukaan maupun sela-sela gigi. Langkah ini membantu mencegah penumpukan plak dan bakteri penyebab bau mulut.
Agar hasilnya lebih maksimal, lanjutkan dengan flossing menggunakan benang gigi. Teknik ini efektif membersihkan area yang tidak dapat dijangkau sikat gigi, tetapi lakukan secara perlahan agar gusi tidak terluka.
3. Gunakan obat kumur
Obat kumur atau mouthwash juga dapat membantu menghilangkan bau durian dengan lebih cepat.
Penelitian dalam Clinical and Experimental Dental Research menunjukkan bahwa obat kumur yang mengandung klorin dioksida (chlorine dioxide) efektif mengurangi bau mulut karena mampu membersihkan plak, bakteri, dan sisa partikel makanan.
Untuk hasil yang lebih optimal, gunakan obat kumur setelah menyikat gigi dan melakukan flossing.
4. Konsumsi makanan yang membantu menyegarkan napas
Beberapa makanan dapat membantu mengurangi aroma tidak sedap setelah makan durian. Buah yang kaya vitamin C, seperti jeruk dan mangga, maupun sayuran seperti brokoli, menciptakan kondisi mulut yang kurang mendukung pertumbuhan bakteri.
Selain itu, yoghurt yang mengandung probiotik juga dapat menjadi pilihan. Probiotik diketahui membantu menekan kadar senyawa sulfida yang berkontribusi terhadap bau mulut.
5. Kunyah permen karet bebas gula
Jika tidak sempat membersihkan gigi, mengunyah permen karet bebas gula bisa menjadi solusi sementara.
Menurut penelitian dalam Journal of Breath Research, aktivitas mengunyah meningkatkan produksi air liur sehingga membantu membersihkan rongga mulut secara alami. Varian rasa peppermint juga memberikan sensasi segar yang dapat menyamarkan bau durian.
6. Berkumur menggunakan air dari kulit durian
Sebagian pencinta durian percaya bahwa air yang dituangkan ke bagian dalam kulit durian dapat mengurangi bau pada mulut maupun tangan.
Namun, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan manfaat metode tersebut. Sebaliknya, sebuah studi dalam Journal of The Chinese Chemical Society menemukan bahwa ekstrak tangkai kecil buah durian berpotensi mengurangi senyawa ester dan sulfur penyebab aroma khas durian. Meski demikian, temuan tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan.
7. Minum air lemon
Air lemon juga dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi bau durian.
Kandungan asam pada lemon dipercaya membantu menetralkan aroma menyengat di dalam mulut. Anda cukup mencampurkan perasan lemon ke dalam segelas air putih, lalu meminumnya setelah makan durian.
8. Nikmati secangkir teh hijau
Selain lemon, teh hijau juga dapat membantu menyegarkan napas.
Aroma teh hijau mampu mengurangi bau tidak sedap, sementara kandungan polifenol di dalamnya berperan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.
Jangan Berlebihan Mengonsumsi Durian
Berhasil menghilangkan bau durian bukan berarti Anda bebas mengonsumsi buah ini dalam jumlah berlebihan.
Konsumsi durian secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk kadar kolesterol dan diabetes. Karena itu, tetap batasi porsinya agar manfaat buah ini dapat dinikmati tanpa meningkatkan risiko kesehatan. (*)






