ICP Februari 2026 Naik Jadi USD68,79 per Barel, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Penurunan Produksi Global

Penulis -

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan Geopolitik kerek harga ICP Februari 2026 naik USD4,38 per barel. (Foto: Kementerian ESDM)

Ketegangan Geopolitik kerek harga ICP Februari 2026 naik USD4,38 per barel. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Februari 2026 sebesar USD68,79 per barel, naik USD4,38 dibandingkan Januari 2026 yang tercatat USD64,41 per barel.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 115.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Februari 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaiman menyatakan kenaikan harga minyak mentah Indonesia dipengaruhi dinamika pasar minyak global, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan energi dunia.

“Kenaikan ICP pada Februari 2026 dipengaruhi berbagai faktor di pasar minyak global, antara lain meningkatnya risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia,” kata Laode di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurutnya, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memicu berbagai respons kebijakan dan aktivitas militer di wilayah strategis, termasuk latihan militer di perairan Timur Tengah yang dapat memengaruhi jalur distribusi energi global.

Selain itu, serangan terhadap sejumlah fasilitas energi di Rusia turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.

Di sisi pasokan global, laporan International Energy Agency (IEA) menunjukkan adanya penurunan produksi minyak pada awal 2026, termasuk dari negara-negara OPEC+. Kondisi ini membuat keseimbangan pasokan minyak dunia menjadi lebih ketat.

Faktor lain yang turut memengaruhi harga minyak adalah penurunan stok produk minyak di Amerika Serikat. Penurunan cadangan tersebut mencerminkan meningkatnya konsumsi energi dan aktivitas ekonomi.

Di kawasan Asia Pasifik, aktivitas pengolahan minyak di Singapura juga meningkat. Tingkat crude throughput Singapura tercatat naik sekitar 1 persen secara bulanan (month to month) pada akhir Februari 2026 menjadi 89 persen dari total kapasitas 1,12 juta barel per hari (bph).

Baca Juga :  Kemenkop Gandeng BNSP Sertifikasi 30 Ribu Manajer KDKMP untuk Perkuat Ekonomi Desa

Sementara itu, Tiongkok dilaporkan menambah cadangan minyak strategis sekitar 1 juta barel, yang turut memengaruhi keseimbangan permintaan dan pasokan minyak global.

Pergerakan Harga Minyak Dunia Februari 2026

Dibandingkan Januari 2026, sejumlah acuan harga minyak mentah global mengalami kenaikan, antara lain:

    • ICP Indonesia naik USD4,38 per barel dari USD64,41 menjadi USD68,79
    • Brent (ICE) naik USD4,64 per barel dari USD64,73 menjadi USD69,37
    • WTI (Nymex) naik USD4,26 per barel dari USD60,26 menjadi USD64,52
    • Dated Brent naik USD4,35 per barel dari USD66,80 menjadi USD71,15
    • Basket OPEC naik USD5,48 per barel dari USD62,31 (30 Januari 2026) menjadi USD67,79 (26 Februari 2026).

Kenaikan harga tersebut mencerminkan dinamika pasar energi global yang dipengaruhi faktor geopolitik, produksi minyak, serta kondisi permintaan di sejumlah kawasan. (*/red)

Berita Terkait

Pulihkan Usaha Pembudidaya di Solok, Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan
Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terbaru