Javanusa.com—Banyak perempuan belum menyadari bahwa pembalut memiliki masa simpan dan dapat kedaluwarsa.
Menggunakan pembalut yang sudah melewati masa layak pakai berisiko memicu iritasi, infeksi, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius jika kualitas produk telah menurun.
Pembalut sekali pakai bukan hanya produk kebersihan, tetapi juga memiliki batas masa penggunaan seperti produk kemasan lainnya.
Setelah melewati masa kedaluwarsa, kualitas bahan dapat menurun sehingga produk tidak lagi aman digunakan saat menstruasi.
Karena itu, sebaiknya hindari memakai pembalut yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Selain memeriksa tanggal pada kemasan, pastikan kondisi fisik pembalut tetap baik dan kemasannya masih utuh sebelum digunakan.
Hal yang sama juga berlaku pada tampon. Produk penyerap darah menstruasi tersebut memiliki masa simpan yang relatif panjang, umumnya sekitar lima tahun sejak tanggal produksi. Namun, kualitas tampon tetap dipengaruhi oleh cara penyimpanannya.
Cara Mengetahui Pembalut Sudah Kedaluwarsa
Cara paling mudah memastikan masa pakai pembalut adalah dengan melihat tanggal kedaluwarsa atau expired date (EXP) pada kemasan.
Namun, tidak semua produsen mencantumkan informasi tersebut. Jika hanya tersedia tanggal produksi atau manufacturing date (MFD), Anda masih bisa memperkirakan masa simpannya.
Mengacu pada informasi UNICEF, pembalut umumnya memiliki umur simpan minimal tiga tahun sejak tanggal produksi. Jika sudah melewati periode tersebut, sebaiknya produk tidak lagi digunakan.
Selain memperhatikan tanggal, periksa juga kondisi fisik pembalut. Produk yang masih layak pakai umumnya berwarna putih bersih, tidak berbau, serta bebas dari debu maupun kotoran.
Segera buang pembalut apabila menunjukkan salah satu tanda berikut:
-
- Warna berubah.
- Mengeluarkan bau tidak sedap.
- Permukaan rusak.
- Terlihat kotor atau berdebu.
- Kemasan robek atau terbuka.
- Terasa lembap atau basah.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas pembalut telah menurun sehingga berpotensi membahayakan kesehatan.
Risiko Menggunakan Pembalut Kedaluwarsa
Menggunakan pembalut yang sudah tidak layak pakai dapat meningkatkan risiko gangguan pada area kewanitaan. Berikut beberapa dampaknya.
1. Memicu iritasi kulit
Kulit pada vulva dan vagina sangat sensitif terhadap gesekan maupun paparan bahan yang sudah mengalami penurunan kualitas. Pembalut kedaluwarsa dapat menyebabkan rasa gatal, perih, hingga sensasi terbakar pada area tersebut.
2. Meningkatkan risiko infeksi
Pembalut yang disimpan terlalu lama atau melewati masa simpan berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun jamur. Jika digunakan, kondisi ini dapat memicu infeksi pada vagina.
3. Berisiko menyebabkan toxic shock syndrome
Walau tergolong jarang, penggunaan produk menstruasi yang sudah kedaluwarsa juga dapat meningkatkan risiko toxic shock syndrome (TSS) akibat pertumbuhan bakteri tertentu. Risiko ini lebih sering dikaitkan dengan penggunaan tampon yang telah melewati masa layak pakainya.
Cara Menyimpan Pembalut agar Tetap Aman Digunakan
Penyimpanan yang benar membantu menjaga kualitas pembalut hingga masa simpannya berakhir.
Simpan pembalut di tempat yang bersih, kering, dan sejuk. Hindari lokasi yang lembap atau terkena panas langsung karena dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan menurunkan kualitas produk.
Selain itu, biarkan pembalut tetap berada dalam kemasan aslinya hingga akan digunakan. Kemasan yang rusak atau terbuka memudahkan debu, kotoran, maupun mikroorganisme masuk ke dalam produk.
Sebelum memakai pembalut, biasakan memeriksa tanggal kedaluwarsa dan kondisi fisiknya, terutama jika produk telah disimpan dalam waktu lama.
Selama menstruasi, menjaga kebersihan serta memastikan area kewanitaan tetap kering juga menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi. (*/red)






