Javanusa.com—Teh rosella dikenal sebagai minuman herbal dengan cita rasa asam yang menyegarkan. Di balik rasanya, teh yang berasal dari kelopak bunga Hibiscus sabdariffa ini mengandung berbagai senyawa antioksidan yang dikaitkan dengan beragam manfaat Kesehatan. Mulai dari membantu menurunkan tekanan darah hingga mengontrol kadar gula darah.
Teh rosella dibuat dari kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa), tanaman berbunga merah yang berasal dari Afrika. Minuman herbal ini memiliki rasa asam khas sehingga dikenal sebagai sour tea atau teh asam.
Selain rasanya yang unik, teh rosella juga kaya akan senyawa bioaktif. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Horticulturae menyebutkan bunga rosella mengandung berbagai antioksidan, seperti asam fenolik, flavonoid, antosianin, quercetin, myricetin, dan kaempferol. Berikut manfaat teh rosella yang telah diteliti.
1. Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Salah satu manfaat teh rosella yang paling banyak diteliti ialah kemampuannya membantu menurunkan tekanan darah.
Penelitian dalam Journal of Herbal Medicine melaporkan bahwa kandungan antioksidan pada rosella dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik. Efek ini berpotensi mendukung pengendalian hipertensi, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke.
2. Menurunkan Kolesterol
Selain berpengaruh terhadap tekanan darah, teh rosella juga dikaitkan dengan penurunan kadar lemak dalam darah.
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Plant Science menemukan bahwa konsumsi ekstrak bunga rosella mampu menurunkan kadar kolesterol LDL serta trigliserida secara signifikan.
Peneliti menduga manfaat tersebut berasal dari kandungan antosianin yang membantu mengendalikan kadar kolesterol.
3. Memiliki Aktivitas Antibakteri
Ekstrak rosella juga menunjukkan potensi sebagai antibakteri.
Penelitian dalam jurnal PLOS One menemukan bahwa ekstrak air rosella mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, salah satu penyebab diare.
Sementara itu, penelitian lain di Journal of Medicine and Life menunjukkan ekstrak rosella juga dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus, dan Enterococcus faecalis.
Meski demikian, temuan tersebut masih berasal dari penelitian laboratorium sehingga efektivitasnya pada manusia masih memerlukan kajian lebih lanjut.
4. Mengontrol Gula Darah
Teh rosella juga berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah, terutama setelah makan.
Studi yang diterbitkan dalam Human Nutrition and Metabolism menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak bunga rosella, baik dalam dosis rendah maupun tinggi, mampu menekan peningkatan gula darah setelah makan.
Efek ini diduga terjadi karena ekstrak rosella dapat menghambat kerja enzim α-glukosidase yang berperan memecah karbohidrat menjadi gula.
5. Membantu Menurunkan Berat Badan
Penelitian dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine mengamati 18 wanita lanjut usia dengan sindrom metabolik yang mengonsumsi teh rosella dua kali sehari selama 21 hari.
Hasilnya menunjukkan adanya penurunan berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, dan lemak darah.
Walau demikian, para peneliti menegaskan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan manfaat serta mekanisme kerjanya.
6. Melawan Radikal Bebas
Rosella mengandung flavonoid dan antosianin dalam jumlah tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan.
Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang berasal dari paparan sinar ultraviolet, radiasi, polusi, maupun asap kendaraan.
Paparan radikal bebas dalam jangka panjang diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker, radang sendi, dan Alzheimer.
7. Berpotensi Mengurangi Risiko Kanker
Beberapa penelitian juga menyoroti potensi rosella dalam mendukung pencegahan kanker.
Studi yang dipublikasikan dalam Pharmacognosy Journal menunjukkan bahwa ekstrak bunga rosella memiliki sifat sitotoksik terhadap sel kanker paru-paru.
Meski hasilnya menjanjikan, penelitian tersebut masih berada pada tahap awal sehingga belum dapat dijadikan dasar sebagai terapi kanker pada manusia.
8. Mengurangi Gejala Depresi
Kandungan antosianin dalam rosella juga diduga memberikan manfaat bagi kesehatan mental.
Senyawa ini dapat membantu mengurangi peradangan di otak serta melawan radikal bebas yang berkontribusi terhadap munculnya depresi.
Selain itu, antosianin diketahui mampu menghambat aktivitas enzim monoamin oksidase. Enzim tersebut berperan dalam pemecahan neurotransmiter penting, seperti serotonin, dopamin, dan noradrenalin, yang berhubungan dengan suasana hati.
Cara Membuat Teh Rosella di Rumah
Teh rosella tersedia dalam bentuk teh celup maupun bunga kering. Namun, Anda juga dapat membuatnya sendiri di rumah.
Bahan:
-
- 150–200 gram bunga rosella.
- ½ sendok teh cengkeh kering.
- 1–2 batang kayu manis.
- 2 sendok teh gula.
- 250 ml air.
Cara membuat:
-
- Bersihkan kelopak bunga rosella secara perlahan hingga bebas dari bulu halus.
- Pisahkan bijinya dan gunakan kelopaknya saja.
- Jemur kelopak selama satu hingga dua hari hingga kering.
- Rebus tiga hingga lima kelopak rosella bersama cengkeh, kayu manis, gula, dan air hingga mendidih.
- Sajikan selagi hangat.
Tetap Konsultasikan dengan Dokter
Mengonsumsi teh rosella secara rutin dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat. Namun, manfaatnya tidak menggantikan pengobatan medis.
Jika Anda sedang mengonsumsi obat penurun tekanan darah, obat diabetes, atau obat-obatan tertentu lainnya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi teh rosella. Langkah ini penting untuk menghindari kemungkinan interaksi obat atau efek yang tidak diinginkan. (*/red)






