Javanusa.com—Berjalan tanpa alas kaki tidak lagi sekadar kebiasaan masa kecil. Kini, aktivitas yang dikenal sebagai barefoot walking atau grounding mulai banyak diminati karena dipercaya membantu meningkatkan kesehatan tubuh secara alami.
Pendukung metode ini meyakini bahwa kontak langsung antara telapak kaki dan permukaan tanah dapat memberikan efek positif bagi tubuh.
Namun, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko yang mungkin muncul.
Sejumlah penelitian dan praktisi kesehatan menyebut barefoot walking dapat memberikan manfaat bila dilakukan pada permukaan yang aman.
1. Membantu memperbaiki suasana hati
Berjalan tanpa alas kaki dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks. Saat telapak kaki menyentuh berbagai tekstur permukaan, tubuh akan lebih fokus menjaga keseimbangan.
Kondisi tersebut dipercaya membantu menurunkan kadar hormon stres atau kortisol sehingga suasana hati menjadi lebih baik. Kebiasaan ini juga berpotensi mengurangi tingkat stres dan gejala depresi ringan.
2. Membantu meredakan nyeri
Kontak langsung dengan tanah disebut menghasilkan efek grounding yang memiliki sifat antiradang.
Efek tersebut dipercaya membantu menetralkan radikal bebas penyebab peradangan sehingga ketegangan otot dan rasa nyeri dapat berkurang. Karena itu, sebagian orang memanfaatkan metode ini sebagai pendamping untuk membantu mengurangi keluhan nyeri kronis.
3. Melancarkan sirkulasi darah
Berjalan tanpa alas kaki membuat otot kaki dan tungkai bekerja lebih aktif untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Aktivitas tambahan itu membantu meningkatkan aliran darah menuju kaki sehingga distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh menjadi lebih optimal. Kondisi tersebut juga mendukung proses pemulihan serta menjaga kesehatan otot.
4. Memperbaiki postur dan keseimbangan
Saat tidak menggunakan sepatu, otot-otot kecil pada telapak kaki akan bekerja lebih maksimal.
Otak juga menerima lebih banyak sinyal dari telapak kaki sehingga koordinasi tubuh meningkat. Jika dilakukan secara rutin, tubuh dapat bergerak lebih stabil dan memiliki postur yang lebih baik.
5. Berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung
Mengutip Agape Family Health, grounding dipercaya membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
Kontak langsung dengan tanah disebut dapat menyeimbangkan muatan listrik tubuh sehingga stres oksidatif berkurang.
Kondisi tersebut berpotensi memperbaiki sirkulasi darah dan membantu mengurangi risiko penggumpalan darah yang berkaitan dengan penyakit jantung.
Selain manfaat di atas, berjalan tanpa alas kaki juga dipercaya mampu:
- Meningkatkan keseimbangan tubuh;
- Memperbaiki kontrol posisi kaki saat melangkah;
- Mengoptimalkan koordinasi kaki, lutut, pinggul, dan otot inti;
- Memperkuat otot kaki yang menopang punggung bagian bawah;
- Meningkatkan sensitivitas kaki terhadap permukaan sehingga tubuh lebih responsif terhadap gerakan.
Risiko Berjalan Tanpa Alas Kaki
Di balik manfaatnya, berjalan tanpa alas kaki tetap memiliki sejumlah risiko, terutama jika dilakukan di luar ruangan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan.
Paparan permukaan yang kotor dapat meningkatkan peluang terkena infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Risiko tersebut juga bertambah apabila seseorang memiliki luka pada telapak kaki.
Beberapa bahaya yang perlu diwaspadai antara lain:
- Infeksi bakteri, virus, dan jamur;
- Kutil plantar akibat infeksi virus;
- Kutu air pada area yang lembap;
- Luka karena menginjak pecahan kaca, paku, atau benda tajam yang dapat memicu infeksi tetanus;
- Paparan cacing tambang dari tanah atau pasir yang terkontaminasi kotoran hewan.
Tips Aman Berjalan Tanpa Alas Kaki
Agar manfaat barefoot walking lebih optimal, lakukan kebiasaan ini secara bertahap.
Mulailah berjalan selama beberapa menit di permukaan yang relatif aman, seperti rumput atau pasir bersih. Setelah tubuh terbiasa, tingkatkan durasinya secara perlahan.
Selain itu, hindari area yang mengandung benda tajam atau permukaan berbahaya. Jaga posisi tubuh tetap tegak dan biarkan kaki bergerak secara alami saat melangkah.
Sebelum memulai, lakukan peregangan ringan pada telapak kaki dan betis agar otot lebih siap beraktivitas.
Setelah selesai, segera cuci kaki menggunakan sabun dan air mengalir untuk mengurangi risiko infeksi.
Bagi penderita diabetes, luka terbuka, atau gangguan saraf pada kaki, konsultasi dengan dokter sangat disarankan sebelum mencoba berjalan tanpa alas kaki. (*)






