Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya

Penulis -

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kurang tidur. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi kurang tidur. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, daya ingat, suasana hati, hingga kemampuan seseorang mengambil keputusan.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini juga berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Kondisi yang dikenal sebagai sleep deprivation ini terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan durasi atau kualitas tidur yang dibutuhkan tubuh.

Penyebabnya beragam, mulai dari stres, jadwal yang padat, gangguan tidur, kebiasaan menggunakan gawai, hingga lingkungan kamar yang kurang nyaman.

Mengenali Gejala Kurang Tidur

Gejala kurang tidur tidak hanya berupa rasa kantuk pada siang hari. Seseorang juga dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, sakit kepala, serta penurunan kecepatan dalam merespons situasi.

Selain itu, kurang tidur dapat memengaruhi kondisi emosional. Sebagian orang menjadi lebih mudah tersinggung, merasa cemas, atau kehilangan motivasi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dampak tersebut dapat mengganggu produktivitas, baik di tempat kerja maupun di lingkungan pendidikan. Karena itu, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk memperbaiki pola tidur.

Dampak Kurang Tidur terhadap Kesehatan

Kurang tidur sesekali umumnya membuat tubuh terasa lelah dan sulit beraktivitas secara optimal. Namun, masalah yang berlangsung dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi mental dan meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan.

Penanganan perlu mempertimbangkan penyebab dan kondisi setiap individu. Penggunaan obat tidur atau obat penenang tanpa pengawasan tenaga medis tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan risiko, interaksi obat, atau efek samping tertentu.

Cara Mengatasi Kurang Tidur

Perbaikan kebiasaan tidur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat. Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan secara bertahap:

1. Pertahankan jadwal tidur yang teratur

Biasakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Rutinitas ini membantu menjaga keteraturan ritme sirkadian tubuh.

Baca Juga :  Indonesia Targetkan 20 Ribu Lulusan Dokter Spesialis Per Tahun
2. Batasi konsumsi kafein dan nikotin

Hindari kopi, minuman berkafein, dan nikotin menjelang waktu tidur. Kafein, khususnya, dapat menghambat rasa kantuk dan membuat seseorang lebih sulit terlelap.

3. Kurangi penggunaan gawai sebelum tidur

Matikan atau jauhkan ponsel dan perangkat elektronik setidaknya 30 menit sebelum tidur. Gunakan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas yang menenangkan.

4. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman

Pastikan kamar tidur memiliki pencahayaan redup, suasana tenang, dan suhu yang nyaman. Lingkungan yang mendukung dapat membantu seseorang beristirahat dengan lebih baik.

5. Lakukan aktivitas fisik secara rutin

Olahraga teratur dapat mendukung kualitas tidur. Namun, sebaiknya hindari olahraga berat terlalu dekat dengan waktu tidur jika aktivitas tersebut membuat tubuh sulit rileks.

6. Atur durasi tidur siang

Jika membutuhkan tidur siang, batasi durasinya agar tidak mengganggu istirahat malam. Tidur siang yang terlalu lama atau terlalu sore dapat menyulitkan sebagian orang untuk tidur pada malam hari.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Perubahan kebiasaan tidur tidak selalu cukup untuk mengatasi masalah yang menetap. Konsultasikan kondisi ini kepada dokter jika keluhan berlangsung selama beberapa minggu atau mulai mengganggu pekerjaan, kegiatan belajar, dan aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan juga penting jika kurang tidur disertai kecemasan berat atau perubahan suasana hati yang signifikan. Dokter dapat membantu mengevaluasi kemungkinan penyebab, termasuk gangguan tidur atau kondisi kesehatan lain, serta menentukan penanganan yang sesuai.

Mengenali gejala dan memperbaiki kebiasaan tidur sejak dini dapat membantu menjaga konsentrasi, kestabilan emosi, dan kualitas hidup secara keseluruhan. (*)

Berita Terkait

7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai
Selain Minum Air Hangat, Ini 9 Cara Meredakan Gejala Flu di Rumah
BAB Berdarah Jangan Diabaikan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
RSUD Mohammad Natsir Jalani Penilaian Akreditasi, Mahyeldi Dorong Pertahankan Predikat Paripurna

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Fermin Aldeguer Absen di MotoGP Malaysia 2026, Iker Lecuona Kembali Jadi Pengganti

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Jorge Martin Alami Fraktur Pergelangan Tangan, Aprilia Belum Pastikan Tampil di Malaysia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Daftar Lengkap Pemenang Ballon d’Or 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Lamine Yamal Cetak Rekor Sejarah: Tiga Kali Beruntun Sabet Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon d’Or 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Harry Kane Sabet Gelar Striker Terbaik Dunia 2026, Cetak 73 Gol dalam Semusim

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Luis de la Fuente Raih Pelatih Terbaik Ballon d’Or 2026, Bawa Spanyol Cetak Rekor Tak Terkalahkan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Akhiri Puasa Gelar 25 Tahun Pemain Inggris

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Klasemen Liga Inggris 2026/2027: MU Terpuruk di Posisi ke-16, Liverpool Tembus 4 Besar

Berita Terbaru