Pasbar, Javanusa—Pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) resmi dimulai.
Tahap awal ditandai pemasangan patok batas lahan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Kamis (5/2/2026). Proyek ini bernilai Rp83,75 miliar dan ditargetkan selesai Oktober 2026.
Kegiatan penetapan batas lahan dilakukan bersama sejumlah instansi provinsi dan kabupaten. Hadir dalam kegiatan itu perwakilan KSOP, Dinas Perhubungan Sumbar, Dinas Kehutanan Sumbar, serta OPD Pasaman Barat.
Langkah ini menjadi penanda dimulainya pekerjaan fisik infrastruktur penunjang sisi darat pelabuhan. Area tersebut sebelumnya telah dinyatakan aman untuk pembangunan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Perhubungan Laut, Hakim, mengatakan proyek dikerjakan PT Sumber Bangun Sentosa. Nilai kontrak tercatat sebesar Rp83,75 miliar.
“Masa kerja proyek selama 330 hari kalender dan ditargetkan selesai hingga 15 Oktober 2026. Kami berharap dukungan semua pihak agar pekerjaan berjalan lancar,” ujarnya.
Libatkan Tenaga Kerja Lokal 10–20 Persen
Kepala KSOP Kelas II Teluk Bayur, Chairul Awaluddin, menegaskan proyek ini akan melibatkan tenaga kerja lokal. Kebijakan itu disepakati bersama pelaksana dan tokoh masyarakat Air Bangis.
“Kami berkomitmen memberdayakan tenaga kerja lokal sekitar 10 sampai 20 persen dari total kebutuhan,” kata Chairul.
Menurut dia, prioritas diberikan kepada warga terdampak bencana dan masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. Skema ini diharapkan membantu pemulihan ekonomi setempat.
Tahap Awal Rekrut 40–50 Pekerja
Penanggung jawab kegiatan dari PT Sumber Bangun Sentosa, Sadar, menyatakan pihaknya siap menjalankan komitmen tersebut. Pada tahap awal, perusahaan akan merekrut puluhan pekerja sesuai kebutuhan lapangan.
“Untuk awal pekerjaan, kami siapkan sekitar 40 sampai 50 tenaga kerja. Jumlahnya menyesuaikan tahapan dan keahlian,” ujarnya.
Pemkab Pasbar menyambut pembangunan pelabuhan ini sebagai proyek strategis. Infrastruktur tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja baru.
Kepala Dinas Perkimtan Sumbar Ahdiyarsyah, yang juga tokoh masyarakat Air Bangis, menyebut pelabuhan itu telah lama dinantikan warga. Ia menilai proyek ini menjadi momentum kebangkitan kawasan pesisir.
“Sebagai anak nagari Air Bangis, kami sangat menyambut baik. Ini bisa menjadi titik kebangkitan ekonomi daerah,” katanya.
Pelabuhan Teluk Tapang direncanakan menjadi simpul logistik strategis di wilayah utara Sumatera Barat. Kawasan ini juga berbatasan dekat dengan Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Lokasinya berjarak sekitar tiga kilometer dari perbatasan provinsi. Posisi tersebut dinilai potensial untuk memperkuat konektivitas distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi regional. (*/red)






