Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Terungkap, Menhub Pastikan Investigasi Menyeluruh

Penulis -

Rabu, 29 April 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan keterangan pers terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4). (Foto: Kemenhub)

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan keterangan pers terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4). (Foto: Kemenhub)

Bekasi, Javanusa—Pemerintah bergerak cepat menangani kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan penanganan berlangsung optimal.

Menhub memastikan tim mengevakuasi korban secara cepat dan terkoordinasi. Petugas tetap mengutamakan keselamatan korban dan personel di lapangan.

Menhub bersama tim teknis Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia berada di lokasi sejak Senin malam (27/4). Mereka memimpin langsung penanganan hingga Selasa pagi (28/4).

Ia menyampaikan duka cita atas korban meninggal dunia. Ia juga berharap korban luka segera pulih. Menhub menegaskan kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan pelayanan transportasi yang aman dan andal.

“Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan. Kejadian kecelakaan kereta api ini jadi pelajaran yang sangat penting buat PT KAI dan kami,” ujar Dudy.

Kronologi Awal Kecelakaan

Berdasarkan kronologi awal, kecelakaan bermula saat KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian itu, petugas mengevakuasi rangkaian KRL dan menetapkannya sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181.

Petugas kemudian memberhentikan KRL lain dengan kode PLB 5568 di peron Stasiun Bekasi Timur. Kereta tersebut mengarah ke Cikarang.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak berhenti sepenuhnya. Kereta itu kemudian terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Evakuasi dan Penanganan Korban

Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Tim memastikan proses evakuasi berjalan optimal.

Petugas mengevakuasi korban secara bertahap dan terukur. Mereka bekerja dengan penuh kehati-hatian untuk meminimalkan risiko tambahan.

Pemerintah mendirikan Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur. Tim medis juga memberikan penanganan intensif di fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Warga Pariaman Jalan Kaki ke Makkah, Niat Umrah dan Ingin Bertemu Raja Salman
Investigasi KNKT dan Komitmen Pemerintah

Kementerian Perhubungan mendukung investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi bertujuan mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif dan menyeluruh.

Menhub menegaskan pihaknya memberi ruang penuh bagi KNKT untuk bekerja secara independen. Hasil investigasi akan menjadi dasar evaluasi ke depan.

“Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan,” kata Dudy.

Pemerintah memastikan seluruh korban mendapat penanganan terbaik. Pemerintah juga menjamin hak korban sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga kini, petugas masih mendata jumlah korban. Untuk mendukung penanganan, operasional KRL disesuaikan dan sementara hanya sampai Stasiun Bekasi. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:29 WIB

SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  

Berita Terbaru