Perkuat Hilirisasi Industri Buah Tropis, Kemenperin Bidik Ekspor Produk Olahan

Penulis -

Senin, 11 Mei 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita. (Foto: Kemenperin)

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat program hilirisasi industri nasional dengan melibatkan industri kecil dan menengah (IKM). Salah satu sektor yang dipacu berkembang ialah industri pangan berbasis buah tropis khas Indonesia.

Langkah tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional melalui pengolahan bahan baku domestik menjadi produk bernilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan buah tropis yang berpotensi besar dikembangkan menjadi produk pangan modern berdaya saing global.

“Indonesia memiliki banyak sekali jenis buah khas negara tropis yang punya nilai jual tinggi di pasar dalam dan luar negeri. Ini saatnya lebih banyak pelaku industri, khususnya IKM di berbagai sentra penghasil buah, untuk mengambil peran dalam mengolah buah unggulan menjadi produk pangan yang lebih beragam, bernilai tambah, dan disukai pasar,” ujar Agus di Jakarta, Senin (11/5).

Potensi Besar Buah Tropis Indonesia

Agus menjelaskan, Indonesia termasuk salah satu negara penghasil buah tropis terbesar di dunia. Komoditas seperti pisang, durian, jeruk, mangga, nanas, dan manggis memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, pengembangan industri pengolahan buah mampu memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan pelaku industri pangan.

“Sudah saatnya kita tidak hanya mengekspor buah segar, tetapi juga menikmati nilai tambah dari produk olahan buah tropis khas Indonesia. Pengembangan industri pengolahan buah akan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi petani maupun pelaku industri pengolahan pangan,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan hilirisasi industri buah tropis juga mendukung ketahanan pangan nasional, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian.

Baca Juga :  Marugame Udon Hadir di Padang, Tawarkan Kuliner Jepang Halal
Ekspor Pisang dan Nanas Mengalami Peningkatan

Berdasarkan Buku Statistik Hortikultura 2024 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pisang nasional pada 2024 mencapai 9,26 juta ton. Jawa Timur, Lampung, dan Jawa Barat menjadi daerah penghasil terbesar.

Nilai ekspor pisang segar Indonesia pada 2024 mencapai US$10,52 juta. Angka tersebut meningkat 10,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$9,5 juta.

Volume ekspor pisang juga naik dari 24,8 ribu ton pada 2023 menjadi 26,24 ribu ton pada 2024. Malaysia, Jepang, dan Singapura menjadi tujuan utama ekspor.

Sementara itu, produksi mangga nasional mencapai 3,3 juta ton pada 2024. Nilai ekspor mangga segar dan olahan tercatat sebesar US$1,75 juta dengan negara tujuan utama Singapura, Uni Emirat Arab, dan Malaysia.

Adapun produksi nanas nasional mencapai 2,74 juta ton. Nilai ekspor nanas segar dan olahan mencapai US$316,1 juta dengan pasar utama Amerika Serikat, Tiongkok, dan Belanda.

Ditjen IKMA Perkuat Pendampingan IKM

Dalam meningkatkan peran IKM pangan pada program hilirisasi industri, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) terus menjalankan program pembinaan dan pendampingan bagi pelaku IKM olahan buah tropis.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, mengatakan industri olahan buah memiliki prospek cerah karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat dan produk berbasis natural food.

“Industri olahan buah ini punya prospek yang bagus di tengah isu ketahanan pangan dan semakin besarnya kesadaran masyarakat terhadap olahan pangan sehat,” ujar Reni di Jakarta, Selasa (5/5).

Reni menjelaskan, IKM pangan memberi kontribusi besar terhadap struktur industri nasional. Dari total 4.445.070 unit usaha industri di Indonesia, sebanyak 4.435.542 unit merupakan IKM. Sekitar 46,63 persen di antaranya bergerak di sektor pangan.

Baca Juga :  Kemenperin Genjot Daya Saing IKM Kerajinan Lewat Diversifikasi Produk, Ekspor Tembus USD 806 Juta

Menurutnya, Ditjen IKMA terus memperkuat pendampingan bagi IKM olahan buah melalui peningkatan teknologi produksi, kualitas kemasan, standar keamanan pangan internasional, hingga perluasan akses pasar.

“Maka itu, Ditjen IKMA terus melakukan pendampingan bagi IKM yang memanfaatkan bahan baku buah tropis ini dalam hal peningkatan teknologi dan kapasitas produksi, peningkatan kualitas kemasan produk, peningkatan keamanan pangan berstandar internasional, peningkatan nilai tambah komoditas, dan peningkatan akses pasar melalui pameran dan temu bisnis,” jelasnya.

Tantangan Hilirisasi Industri Buah

Meski memiliki peluang besar, hilirisasi industri buah tropis masih menghadapi sejumlah tantangan. Reni menyebut stabilitas pasokan bahan baku, keterbatasan teknologi pengolahan, serta aspek branding dan pemasaran menjadi kendala utama.

“Peluang pasar terbuka lebar, oleh sebab itu Kemenperin terus mendampingi IKM olahan buah agar bisa memenuhi standar jumlah dan kualitas pasokan, memiliki sertifikasi HACCP, dan mampu berinovasi dengan teknologi yang lebih modern agar produknya mampu bersaing di pasar domestik maupun global,” ungkapnya.

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan, Afrizal Haris, menambahkan tantangan lain terletak pada kualitas bahan baku selama distribusi dan logistik.

Namun, menurutnya, persoalan tersebut dapat diatasi melalui pemanfaatan teknologi pengolahan dan penyimpanan modern.

“Kita juga terus mendorong diversifikasi produk agar IKM mampu menghasilkan berbagai produk turunan seperti buah kaleng, selai, buah kering, hingga bahan campuran untuk industri kosmetik,” kata Afrizal.

Selain pembinaan teknis, Ditjen IKMA juga mendorong pelaku IKM memanfaatkan fasilitas pembiayaan melalui Kredit Industri Padat Karya (KIPK).

Salah satu IKM binaan yang memanfaatkan program tersebut ialah CV Sahabat Pangan. Perusahaan itu memperoleh pembiayaan sebesar Rp2 miliar untuk revitalisasi rumah produksi serta penambahan mesin vacuum frying dan smart cold storage.

Baca Juga :  Kemenperin Dukung Kolaborasi Bappenas dan Airbus, Industri Dirgantara Indonesia Siap Melaju

“Dengan revitalisasi rumah produksi dan pengadaan mesin baru tersebut, IKM tentunya menjadi lebih percaya diri dan siap memenuhi permintaan pasar ekspor,” tutup Afrizal. (*/red)

Berita Terkait

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB