Kompres Hangat atau Dingin untuk Cedera Olahraga? Kenali Perbedaannya agar Tidak Salah Penanganan

Penulis -

Jumat, 3 Juli 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang wanita mengalami cedera kaki. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi seorang wanita mengalami cedera kaki. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Cedera saat berolahraga tidak selalu membutuhkan penanganan yang sama. Pemilihan kompres hangat atau kompres dingin harus disesuaikan dengan jenis serta waktu terjadinya cedera agar pembengkakan, nyeri, dan proses pemulihan dapat ditangani secara optimal.

Saat mengalami keseleo, memar, atau benturan ketika berolahraga, banyak orang langsung mengompres bagian yang sakit. Namun, jenis kompres yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cedera.

Untuk cedera akut yang baru terjadi dalam 24 hingga 48 jam pertama, kompres dingin menjadi pilihan yang lebih dianjurkan. Terapi ini, yang juga dikenal sebagai cryotherapy, membantu mengurangi nyeri sekaligus membatasi pembengkakan.

Suhu dingin bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah sehingga aliran darah menuju area cedera berkurang. Kondisi tersebut membantu menekan proses peradangan dan mengurangi kerusakan jaringan akibat benturan maupun keseleo.

Selain meredakan inflamasi, kompres dingin juga membantu mengurangi kejang otot di sekitar area yang mengalami cedera.

Secara umum, kompres dingin dapat digunakan untuk mengatasi keseleo atau terkilir, memar akibat benturan, tendinitis atau peradangan tendon, bursitis, nyeri sendi akibat asam urat.

Cara Aman Menggunakan Kompres Dingin

Kompres dingin dapat dilakukan menggunakan es batu, kantong gel, atau handuk yang telah dibasahi air dingin.

Sebelum ditempelkan ke kulit, bungkus es menggunakan handuk agar suhu dingin tidak mengenai kulit secara langsung dan mengurangi risiko iritasi.

Durasi kompres sebaiknya tidak melebihi 15 menit. Setelah itu, beri jeda sekitar dua jam sebelum mengulanginya kembali.

Hentikan penggunaan kompres apabila area kulit mulai terasa mati rasa. Bagi penderita penyakit jantung, hindari menempelkan kantong es pada bahu kiri maupun bagian depan serta samping leher.

Jika nyeri tetap berlanjut atau tidak membaik setelah kompres, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Baca Juga :  567 SPPG di Sumatera Sempat Dihentikan, 450 Kembali Beroperasi per Maret 2026
Kapan Kompres Hangat Lebih Tepat?

Berbeda dengan kompres dingin, kompres hangat lebih bermanfaat untuk cedera yang telah berlangsung lebih lama atau bersifat kronis.

Mengutip University of Rochester Medical Center, suhu hangat membantu meningkatkan aliran darah menuju area yang mengalami kekakuan sendi maupun kejang otot. Pembuluh darah yang melebar juga mempermudah distribusi oksigen ke jaringan yang mengalami gangguan.

Efek tersebut membuat otot menjadi lebih rileks, mengurangi rasa nyeri, sekaligus meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak sendi.

Kompres hangat umumnya digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan kekakuan akibat arthritis, kejang leher karena sakit kepala, nyeri otot atau sendi kronis, kram atau ketegangan otot, tendinosis setelah fase peradangan berakhir.

Kondisi yang Tidak Boleh Dikompres Hangat

Meski bermanfaat, kompres hangat tidak disarankan pada cedera yang masih baru terjadi, terutama dalam waktu kurang dari 48 jam.

Kompres hangat juga sebaiknya tidak digunakan pada luka terbuka maupun area yang masih mengalami pembengkakan. Panas dapat meningkatkan penumpukan cairan di lokasi cedera sehingga nyeri dan bengkak berpotensi semakin berat.

Orang dengan diabetes, infeksi kulit, penyakit pembuluh darah, multiple sclerosis, atau trombosis vena dalam juga dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan terapi panas.

Cara Melakukan Kompres Hangat yang Benar

Kompres hangat dapat menggunakan handuk yang direndam air hangat, botol berisi air hangat, atau bantalan pemanas khusus.

Suhu ideal berkisar antara 40 hingga 50 derajat Celsius. Hindari suhu yang terlalu tinggi karena dapat menyebabkan iritasi atau luka bakar pada kulit.

Durasi kompres sebaiknya maksimal 15 menit, kecuali terdapat anjuran lain dari dokter. Pastikan pula sumber panas tidak bersentuhan langsung dengan kulit.

Baca Juga :  Jalan Kelok Aie Kembali Bisa Dilewati Usai Longsor, Bupati Eka Putra: Tetap Hati-hati!
Perbedaan Kompres Hangat dan Dingin untuk Cedera

Kompres dingin dan kompres hangat memiliki fungsi yang berbeda sehingga tidak dapat digunakan secara bergantian.

Kompres dingin lebih tepat untuk cedera akut yang disertai bengkak, memar, atau keseleo dalam 24 hingga 48 jam pertama. Sebaliknya, kompres hangat lebih efektif membantu mengurangi nyeri kronis, kekakuan sendi, dan ketegangan otot setelah fase peradangan mereda.

Apa pun metode yang dipilih, hindari penggunaan suhu yang terlalu ekstrem. Selain itu, jangan menempelkan sumber panas maupun dingin secara langsung ke permukaan kulit agar terhindar dari cedera tambahan. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terbaru