Masyarakat Padang Panjang Lega, Jalan dan Jembatan Tuntas Diperbaiki

Penulis -

Minggu, 6 Juli 2025 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB Letjen Suharyanto didampingi Wagub Sumbar Vasko Ruseimy meresmikan jalan di kawasan Lubuk Mato Kuciang dan Jembatan Tanjung–Tanah Bato. (Foto: ADPBS)

Kepala BNPB Letjen Suharyanto didampingi Wagub Sumbar Vasko Ruseimy meresmikan jalan di kawasan Lubuk Mato Kuciang dan Jembatan Tanjung–Tanah Bato. (Foto: ADPBS)

Padang Panjang, Javanusa—Dampak bencana yang terjadi pada 11 Mei 2024 lalu meninggalkan kerusakan cukup parah di beberapa titik di Kota Padang Panjang.

Infrastruktur seperti jalan di kawasan Lubuk Mato Kuciang, jembatan Tanjung–Tanah Bato, serta rumah warga ikut terdampak. Bahkan, ada warga meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Namun kini, kabar baik datang bagi masyarakat. Proyek perbaikan infrastruktur yang sempat rusak tersebut telah rampung dan diresmikan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, pada Jumat (4/7/2025).

Jalan sepanjang 200 meter di Lubuk Mato Kuciang yang sebelumnya rusak, kini sudah diperbaiki. Begitu juga dengan jembatan Tanjung–Tanah Bato yang sudah dibangun ulang. Seluruh pekerjaan ini dibiayai dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB tahun 2024 dengan total anggaran lebih dari Rp 9,4 miliar.

Dari jumlah itu, sekitar Rp7,4 miliar digunakan untuk memperbaiki jalan, Rp 900 juta untuk jembatan, dan sisanya untuk kebutuhan lain, seperti logistik serta bantuan rumah warga terdampak.

Dukungan Pemerintah Pusat Tak Surut Meski Berganti Kepemimpinan

Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, mengapresiasi kerja cepat semua pihak dalam penanganan pasca-bencana. Ia juga menekankan pemerintah pusat tetap hadir dan peduli, meski terjadi pergantian kepemimpinan nasional.

“Bencana ini terjadi saat masih dipimpin Presiden Joko Widodo. Beliau langsung turun ke lokasi. Setelah itu, Presiden terpilih Prabowo Subianto pun menunjukkan perhatian luar biasa, bahkan sebelum resmi dilantik sudah memberikan dukungan langsung,” ungkapnya.

Letjen Suharyanto juga membagikan pengalaman yang cukup menggetarkan hatinya. Ia melihat langsung sebuah masjid tetap berdiri kokoh di tengah bangunan lain yang hancur akibat banjir. Warga yang berlindung di masjid itu pun selamat.

Baca Juga :  Hadiri Rakor Pascabencana Sumbar, Fadly Amran Dorong Penanganan Terpadu dan Menyeluruh

“Meskipun Allah memberi ujian berupa bencana, Dia juga menunjukkan kasih sayang-Nya. Saya lihat langsung batu sebesar kendaraan tidak menyentuh masjid itu, padahal kanan kirinya luluh lantak. Yang selamat adalah mereka yang tetap bertahan di dalam masjid,” tuturnya dengan suara haru.

Ia juga mengaku senang bisa ikut meresmikan proyek ini secara langsung. “Biasanya saya tidak meresmikan proyek infrastruktur secara langsung, tapi karena desakan teman-teman dari daerah dan sudah dibuat prasastinya, akhirnya saya hadir juga,” katanya sambil tersenyum.

Harapan dari Daerah untuk Kelanjutan Perhatian Pusat

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, yang hadir mendampingi Kepala BNPB, turut menyampaikan ucapan terima kasih serta harapan agar perhatian dari pusat tetap berlanjut.

“Kami berharap aspirasi masyarakat dari kabupaten dan kota bisa terus ditampung dan diusulkan ke Pak Kepala BNPB. Semoga proposal-proposal yang sudah masuk bisa disetujui,” ujarnya.

Sambil bercanda, ia juga menyapa para kepala daerah yang hadir, “Pak Bupati, Pak Wali Kota, jangan lupa senyumnya diperlebar lagi biar tamu makin betah di Sumbar,” ucapnya, disambut tawa hadirin.

Ia juga menutup sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat. “Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan juga kepada Kepala BNPB. Tolong jangan lupakan Sumatera Barat,” ujarnya.

Warga yang terdampak pun menyambut kabar baik ini dengan penuh rasa syukur. Salah satunya Nurlisma, atau yang akrab disapa Ema.

“Alhamdulillah, jalan yang dulu putus sekarang sudah bagus. Dulu kami harus lewat jalan kecil yang jelek, sekarang sudah lancar lagi,” kata Ema dengan lega.

Ia berharap, pemandian Lubuk Mato Kuciang juga bisa kembali dibuka. “Kalau pemandian ini dibuka lagi, kami bisa jualan, bantu-bantu ekonomi keluarga,” ujarnya penuh harap.

Baca Juga :  Wako Fadly Amran Ajak Ormas dan LSM Dukung Pembangunan Kota Padang

Yani, warga lain yang rumahnya sempat rusak, juga merasa bersyukur. “Terima kasih banyak buat BNPB dan semua yang sudah membantu. Jalan sudah bagus, rumah juga dapat bantuan. Alhamdulillah,” ucapnya dengan senyum bahagia.

Kisah ini jadi bukti bahwa kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah bisa membawa perubahan nyata dan harapan baru bagi masyarakat yang sempat terpukul oleh bencana. (*/adpsb)

Berita Terkait

Atasi Kemacetan Pengisian Solar di SPBU, Pemko Padang Terapkan Sistem Antrean Digital
Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru