BNPB Salurkan 954 Ton Bantuan Logistik ke Wilayah Terdampak Bencana di NTT

Penulis -

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KRI Semarang-594 mengangkut bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di NTT dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tujuan Labuan Bajo, Sabtu (22/8). (Foto: BNPB)

KRI Semarang-594 mengangkut bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di NTT dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tujuan Labuan Bajo, Sabtu (22/8). (Foto: BNPB)

Jakarta, Javanusa—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan 954,4 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut bergerak dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dan Maumere sejak 15 hingga 22 Agustus 2026.

BNPB mencatat total bantuan yang masuk ke Pos Pendukung Logistik Nasional mencapai 1.541.450 kilogram atau sekitar 1.541 ton.

Bantuan itu berasal dari 72 donatur yang terdiri atas kementerian/lembaga, TNI, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan mitra lainnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 954.438 kilogram atau sekitar 954 ton telah dikirim ke wilayah terdampak. Logistik mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan hunian sementara, kebutuhan kesehatan, perlengkapan bayi, barang kebersihan, hingga peralatan penanganan darurat.

Pengiriman menggunakan beberapa moda transportasi. Jalur udara menjadi salah satu pilihan utama untuk mempercepat distribusi menuju lokasi terdampak.

Sebanyak 354.438 kilogram atau sekitar 354 ton bantuan dikirim menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dalam 28 sortie. Rinciannya, 16 sortie menuju Labuan Bajo dengan muatan 216.511 kilogram dan 12 sortie menuju Maumere dengan muatan 137.593 kilogram.

Selain itu, BNPB mengirim 600.000 kilogram atau sekitar 600 ton bantuan dari Dana Siap Pakai (DSP) menggunakan pesawat kargo komersial. Pengiriman tersebut berlangsung melalui 40 sortie.

Sebanyak 29 sortie membawa 435.000 kilogram bantuan menuju Labuan Bajo. Sementara 11 sortie lainnya mengangkut 165.000 kilogram bantuan ke Maumere.

Tambahan 52 Ton Bantuan Masuk pada 22 Agustus

Pada Sabtu (22/8), Pos Pendukung Logistik Nasional kembali menerima 51.791 kilogram atau sekitar 52 ton bantuan dari 21 donatur.

Bantuan yang datang mencakup air mineral, beras, biskuit, makanan siap saji, mi instan, susu, minyak goreng, sarden, selimut, terpal, kasur lipat, perlengkapan kebersihan, perlengkapan bayi, obat-obatan, dan peralatan kesehatan.

Baca Juga :  Jaga Kelestarian Hutan Mangrove, Pj Wako Padang Tutup Program Healing Forest di Desa Wisata Teluk Buo

Pada hari yang sama, BNPB mengirim 41.727 kilogram atau sekitar 42 ton bantuan melalui tiga sortie pesawat TNI Angkatan Udara. Dua penerbangan menuju Maumere, sedangkan satu penerbangan menuju Labuan Bajo.

Pesawat Airbus A-400 yang terbang ke Maumere membawa 22.187 kilogram bantuan. Muatannya terdiri atas sembako, terpal, pakaian, beras, obat-obatan, mi cup, selimut, kasur lipat, minyak goreng, dan tenda serbaguna.

Dua penerbangan Boeing juga membawa berbagai kebutuhan darurat. Di antaranya sembako, mi cup, perangkat komunikasi, Starlink, alat kesehatan, peralatan rescue, air mineral, pompa submersible, dan terpal.

Pada hari tersebut, BNPB juga menyalurkan 105.000 kilogram atau 105 ton bantuan dari DSP. Pengiriman berlangsung melalui tujuh sortie pesawat kargo komersial.

Empat sortie mengarah ke Labuan Bajo dan tiga lainnya menuju Maumere. Muatannya antara lain selimut, matras, tenda keluarga, tenda pengungsi, kasur lipat, motor trail, pakaian BNPB, sembako, dan kelambu.

BNPB Siapkan 147 Ton Bantuan melalui KRI Semarang-594

Selain mengandalkan jalur udara, BNPB menyiapkan pengiriman logistik dalam jumlah besar melalui jalur laut. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat mobilisasi bantuan menuju Labuan Bajo.

Pada Sabtu (22/8), Plt. Direktur Operasi, Jaringan dan Logistik Penanggulangan Bencana BNPB Brigjen TNI Hery Setiono memeriksa kesiapan bantuan di Pelabuhan Tanjung Priok, Dermaga IKT.

Pemeriksaan tersebut sekaligus mendampingi proses pemuatan logistik ke KRI Semarang-594. Kapal itu akan membawa bantuan menuju Labuan Bajo.

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Perhubungan juga menyerahkan dukungan donasi. Direktur Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Teguh Jalu Waskito, mewakili kementerian dalam penyerahan tersebut.

BNPB merencanakan keberangkatan KRI Semarang-594 pada Minggu (23/8). Kapal tersebut membawa 146.771 kilogram atau sekitar 147 ton bantuan menggunakan 16 truk.

Baca Juga :  Menpar Dorong Percepatan Pengembangan Parapuar dan Golo Mori di Labuan Bajo

Logistik yang disiapkan meliputi sembako, mi cup, tenda pleton, selimut, velbed, beras, biskuit, air mineral, makanan ringan, pasta gigi, sikat gigi, popok, pembalut, kasur lipat, minyak goreng, dan mi instan.

Masih Ada 587 Ton Bantuan di Pos Logistik

Di tengah distribusi yang terus berlangsung, Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma masih menyimpan 587.012 kilogram atau sekitar 587 ton bantuan.

Stok tersebut dapat disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Persediaannya mencakup paket sembako, beras, mi instan, mi cup, biskuit, air mineral, susu, makanan siap saji, selimut, matras, velbed, terpal, kasur lipat, tenda, obat-obatan, perlengkapan bayi, perlengkapan kebersihan, dan peralatan penanganan darurat.

Sejumlah bantuan berasal dari berbagai pihak. Kementerian Pertahanan, misalnya, menyediakan 12.000 dus mi instan, 1.785 velbed, 25 tenda pleton, 12.530 lembar selimut, dan 1.639 matras.

Sementara itu, Sekretariat Presiden menyumbang 3.450 dus biskuit dan 8.756 paket sembako. PMI turut menyediakan perlengkapan bayi, perlengkapan dapur, matras, terpal, dan hygiene kit.

Distribusi Udara Dilanjutkan 23 Agustus

BNPB juga menyiapkan pengiriman melalui jalur udara pada Minggu (23/8). Rencana tersebut melibatkan satu Airbus dan dua Boeing dengan total muatan 36.892 kilogram atau sekitar 37 ton.

Airbus A-400 menuju Labuan Bajo membawa 21.012 kilogram bantuan. Muatannya berupa sembako, Fitbar, Soyjoy, biskuit, roti, susu, makanan siap saji, dan tenda pengungsi.

Sementara itu, Boeing A-7305 menuju Maumere membawa 7.442 kilogram bantuan. Isinya mencakup sembako, perlengkapan kebersihan, perlengkapan pribadi, obat-obatan, air mineral, biskuit, tenda, serta kebutuhan lainnya.

Boeing A-7036 juga menuju Maumere dengan membawa 8.438 kilogram bantuan. Muatannya terdiri atas sembako, Fitbar, Soyjoy, biskuit, roti, dan susu.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, serta berbagai mitra.

Baca Juga :  Meriahkan Haornas dan RSBG, Wako-Wawako Solok Ikuti Senam Massal

Koordinasi lintas sektor tersebut bertujuan menjaga ketersediaan logistik dan memastikan bantuan tiba sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT. (*)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru