Ambulans Masjid Jabal Nur Bukit Lintang Terwujud, Jubir Pamurah Ajak Ranah dan Rantau Lanjutkan Donasi

Penulis -

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pengurus Masjid Jabal Nur Bukit Lintang, Jubir Pamurah (kiri) saat menerima bantuan ambulans yang diantar langsung oleh Khalif Mobilindo selaku pemilik usaha jual beli mobil bekas. (Foto: Dok. Jubir)

Ketua Pengurus Masjid Jabal Nur Bukit Lintang, Jubir Pamurah (kiri) saat menerima bantuan ambulans yang diantar langsung oleh Khalif Mobilindo selaku pemilik usaha jual beli mobil bekas. (Foto: Dok. Jubir)

Pessel, Javanusa—Semangat gotong royong masyarakat Kampung Bukit Lintang, Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, membuktikan kepedulian terhadap kampung halaman mampu melahirkan manfaat besar bagi masyarakat.

Melalui gerakan donasi masyarakat ranah dan rantau, Masjid Jabal Nur Bukit Lintang kini memiliki satu unit ambulans yang siap dimanfaatkan untuk membantu warga yang membutuhkan pelayanan sosial dan kemanusiaan. Ambulans tersebut diserahterimakan kepada Pengurus Masjid Jabal Nur Bukit Lintang Senin (24/8).

Pengadaan kendaraan tersebut terlaksana melalui sumbangan masyarakat secara swadaya yang dihimpun dengan sistem open donasi melalui grup WhatsApp, komunikasi melalui telepon, serta jaringan pertemanan dan kekerabatan masyarakat Bukit Lintang, baik yang berada di kampung maupun di perantauan.

Ketua Pengurus Masjid Jabal Nur Bukit Lintang, Jubir Pamurah didampingi Bendahara Nasrul, ketika dihubungi Kamis (27/8), menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga cita-cita memiliki ambulans untuk kepentingan bersama tersebut dapat diwujudkan.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dan kepedulian masyarakat, baik yang berada di kampung maupun di rantau, ambulans Masjid Jabal Nur Bukit Lintang akhirnya bisa terwujud. Atas nama pengurus masjid, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan rezekinya,” ujar Jubir.

Ia menjelaskan, penggalangan dana untuk pembelian ambulans tersebut mulai dibuka pada 29 Mei 2026. Hingga Kamis (27/8), dana yang berhasil dihimpun telah mencapai sekitar Rp92 juta.

Sementara itu, harga ambulans beserta kerangkeng mencapai Rp155 juta. Selain dana hasil donasi, pengurus juga menggunakan kas dasar yang berasal dari sisa dana kurban sebesar Rp7,56 juta.

“Dengan demikian, masih terdapat kekurangan yang harus kami lunasi. Karena itu, kami kembali mengetuk hati masyarakat, baik yang berada di ranah maupun di rantau, untuk bersama-sama membantu menyelesaikan kewajiban pembelian ambulans ini,” katanya.

Baca Juga :  Panitia Pilwana Inderapura Matangkan Persiapan Menuju Pilwana Serentak 2025

Menurut Jubir, ambulans tersebut bukan hanya menjadi aset Masjid Jabal Nur, tetapi diharapkan menjadi fasilitas sosial yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat ketika menghadapi kebutuhan mendesak, khususnya dalam mengantarkan warga yang sakit atau membutuhkan transportasi menuju fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menilai, keberadaan ambulans tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap kampung halaman. Semangat yang sama, menurutnya, perlu terus dijaga karena pembangunan dan kegiatan sosial di kampung tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh unsur masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa kalau masyarakat ranah dan rantau bersatu, sesuatu yang sebelumnya terasa berat bisa diwujudkan. Kami berharap kepedulian seperti ini tidak berhenti pada pembelian ambulans saja, tetapi terus berkembang untuk berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya,” ungkapnya.

Jubir juga mengajak para perantau asal Bukit Lintang dan masyarakat Nagari Kambang yang berada di berbagai daerah untuk tidak melupakan kampung halaman.

Menurutnya, setiap bentuk perhatian, sekecil apa pun, akan memiliki arti besar apabila dikumpulkan dan diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

“Sedekah yang diberikan oleh bapak dan ibu mungkin terlihat kecil secara pribadi, tetapi ketika dilakukan bersama-sama, manfaatnya menjadi sangat besar. Mudah-mudahan setiap sedekah yang diberikan dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” kata Jubir lagi.

Ia menambahkan, pengurus masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut menyelesaikan pembayaran ambulans tersebut. Donasi dapat disalurkan melalui rekening Masjid Jabal Nur Bukit Lintang atau dengan menghubungi pengurus masjid.

Donasi pembelian ambulans tersebut dapat dikirim melalui rekening BRI 5481 01 048513 53 9 atau Bank Nagari 7100 0220 82622 0, atas nama Masjid JABAL NUR.

“Kami sangat berharap dukungan ini terus mengalir sampai ambulans ini benar-benar lunas. Ini bukan milik pengurus, tetapi fasilitas untuk masyarakat. Karena itu, kami mengajak siapa saja yang memiliki kemampuan untuk ikut mengambil bagian dalam amal sosial ini,” tutur Jubir.

Baca Juga :  Analisis Pengaruh Rumah Tidak Layak Huni terhadap Kemiskinan dan Stunting

Ambulans tersebut diantar langsung dari Cikarang oleh Khalif Mobilindo selaku pemilik usaha jual beli mobil bekas sekaligus putra asli Kampung Bukit Lintang.

Kehadiran ambulans itu sekaligus menjadi simbol kuatnya hubungan masyarakat dengan kampung halaman, meskipun sebagian di antaranya telah lama menjalani kehidupan di perantauan.

Setelah proses serah terima, masyarakat Kampung Bukit Lintang menggelar halal bihalal di Masjid Jabal Nur pada Rabu (26/8) malam. Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lengayang Novri, para wali nagari se Kecamatan Lengayang, pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Halal bihalal tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mensyukuri terwujudnya ambulans yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Saat ini, Masjid Jabal Nur Bukit Lintang tercatat sebagai salah satu masjid di wilayah Nagari Kambang yang telah memiliki fasilitas ambulans untuk kepentingan sosial masyarakat.

Camat Lengayang, Novri mengapresiasi langkah Pengurus Masjid Jabal Nur Bukit Lintang bersama masyarakat yang telah berhasil mewujudkan ambulans melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

Menurutnya, keberadaan ambulans tersebut merupakan terobosan positif yang patut menjadi contoh bagi pengurus masjid lainnya di Kecamatan Lengayang.

Ia berharap masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mampu berkembang menjadi pusat kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pengurus Masjid Jabal Nur Bukit Lintang bersama masyarakat. Ini merupakan contoh nyata bahwa masjid bisa hadir memberikan solusi terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Kami berharap langkah ini dapat menginspirasi pengurus masjid lainnya di Kecamatan Lengayang,” ujar Novri.

Ia mengimbau pengurus masjid di wilayah Lengayang untuk melihat kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing dan membangun program sosial secara bertahap sesuai kemampuan.

Baca Juga :  Gudang Ikan di Tanah Beroyo Padang Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp600 Juta

Salah satunya adalah menghadirkan ambulans yang dapat digunakan masyarakat ketika membutuhkan pertolongan.

“Ambulans sangat dibutuhkan ketika ada masyarakat yang sakit, mengalami kondisi darurat, hendak dirujuk, ataupun membutuhkan transportasi untuk keperluan kemanusiaan lainnya. Jika setiap masjid mampu memiliki fasilitas seperti ini, tentu pelayanan sosial kepada masyarakat akan semakin mudah dan cepat,” katanya.

Novri juga menilai, keberhasilan Masjid Jabal Nur Bukit Lintang menunjukkan bahwa program besar tidak selalu harus dimulai dengan sumber daya yang besar. Dengan komunikasi yang baik, kepercayaan masyarakat, serta dukungan warga ranah dan rantau, kebutuhan bersama dapat diwujudkan secara bertahap.

Ia berharap semangat tersebut dapat ditularkan ke masjid-masjid lain sehingga ke depan semakin banyak rumah ibadah yang memiliki program sosial yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Harapan kita bukan sekadar bertambahnya jumlah ambulans, tetapi terbentuknya budaya saling membantu di tengah masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan, masyarakat tidak lagi bingung mencari bantuan karena sudah ada fasilitas sosial yang bisa dimanfaatkan bersama,” ujarnya.

Novri juga mengajak masyarakat Lengayang yang berada di kampung maupun perantauan untuk terus menjaga kepedulian terhadap daerah asal.

Menurutnya, kontribusi masyarakat rantau tidak harus selalu dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga dapat diarahkan untuk pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, keagamaan, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.

“Semoga apa yang dilakukan masyarakat Bukit Lintang ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Kepedulian terhadap kampung halaman harus terus dirawat. Pemerintah tentu akan mendukung sesuai kewenangan yang ada, tetapi kekuatan utama dalam membangun kebersamaan tetap berada di tengah masyarakat,” tutupnya. (yon)

Berita Terkait

Mahyeldi Jajaki Kerja Sama Bank Tanah, Bukit Gombong Berpotensi untuk Reforma Agraria
Atasi Kemacetan Pengisian Solar di SPBU, Pemko Padang Terapkan Sistem Antrean Digital
Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Evi Yandri Dorong Ninik Mamak dan Bundo Kanduang Perkuat Ketahanan Keluarga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru