Sering Mengantuk Padahal Tidur Cukup? Ini 14 Penyebab yang Perlu Diperhatikan

Penulis -

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mengantuk saat kerja. (Foto: AI Generated)

Ilustrasi mengantuk saat kerja. (Foto: AI Generated)

Javanusa.com—Rasa kantuk pada siang hari tidak selalu muncul karena kurang tidur. Jika kondisi tersebut terus terjadi meski waktu istirahat terasa cukup, ada faktor lain yang perlu diperhatikan.

Kantuk berlebihan dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan produktivitas, hingga membuat aktivitas harian terasa lebih berat. Penyebabnya juga beragam, mulai dari kondisi psikologis, pola hidup, efek obat, hingga gangguan tidur.

Dilansir dari Klikdokter, berikut sejumlah faktor yang dapat membuat seseorang tetap mengantuk meski sudah tidur cukup.

1. Stres Mengganggu Kualitas Tidur

Tekanan pekerjaan, masalah ekonomi, atau persoalan pribadi dapat memicu stres. Pikiran yang terus aktif bisa mengurangi kualitas istirahat pada malam hari.

Akibatnya, tubuh belum sepenuhnya pulih ketika seseorang bangun. Kondisi ini dapat memunculkan rasa lelah dan kantuk sepanjang hari.

2. Syok Emosional

Kehilangan orang terdekat, putus hubungan, atau pengalaman emosional berat dapat menguras energi mental. Tekanan tersebut juga bisa memengaruhi pola tidur.

Tubuh kemudian terasa lebih lelah dan seseorang dapat mengalami kantuk berkepanjangan.

3. Depresi

Rasa sedih yang menetap, kehilangan energi, dan bangun tidur tanpa merasa segar dapat berkaitan dengan depresi.

Gangguan suasana hati ini juga dapat memengaruhi pola tidur. Karena itu, rasa lelah dan kantuk yang menetap perlu mendapat perhatian.

4. Kecemasan

Kecemasan dapat membuat pikiran sulit tenang, terutama ketika seseorang hendak tidur. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi durasi sekaligus kualitas istirahat.

Akibatnya, rasa kantuk dapat muncul pada siang hari meski seseorang merasa sudah tidur dalam waktu cukup.

5. Kehamilan

Rasa lelah dan kantuk berlebih cukup umum terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan. Kondisi tersebut juga dapat semakin terasa ketika ibu mengalami anemia selama kehamilan.

Baca Juga :  Victory FS Payakumbuh Juara Liga TopSkor Nasional U-12 2026, Tekuk Indonesia Muda 3-0

Tubuh membutuhkan energi lebih besar selama proses adaptasi tersebut. Karena itu, kelelahan dapat muncul lebih mudah.

6. Obesitas

Kelebihan berat badan dapat membuat tubuh membutuhkan energi lebih besar ketika melakukan aktivitas. Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih cepat merasa lelah.

Rasa lelah tersebut kemudian dapat muncul bersamaan dengan kantuk, terutama setelah melakukan aktivitas fisik.

7. Pengobatan Kanker

Pasien kanker yang menjalani terapi seperti kemoterapi dan radioterapi dapat mengalami kelelahan sebagai salah satu efek samping pengobatan.

Keluhan tersebut dapat muncul dalam bentuk tubuh terasa lemas dan mudah mengantuk. Intensitasnya dapat berbeda pada setiap pasien.

8. Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti dan kembali berulang kali saat seseorang tertidur.

Gangguan tersebut dapat menurunkan kualitas tidur meski durasi tidur terlihat cukup. Penderitanya kemudian dapat mengalami kantuk berlebihan pada siang hari.

9. Efek Samping Obat

Beberapa obat dapat menimbulkan rasa lelah atau kantuk sebagai efek samping. Kondisi serupa juga dapat terjadi pada produk herbal tertentu.

Jika rasa kantuk muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, perhatikan petunjuk penggunaannya. Konsultasikan dengan dokter bila keluhan mengganggu aktivitas.

10. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mengganggu fungsi tubuh dan kualitas tidur. Dampaknya dapat berupa kelelahan berkepanjangan serta rasa kantuk.

Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan juga berkaitan dengan risiko kerusakan hati, termasuk sirosis.

11. Olahraga Terlalu Sedikit atau Berlebihan

Aktivitas fisik membantu menjaga kebugaran tubuh. Namun, kurang bergerak maupun berolahraga secara berlebihan dapat sama-sama memicu kelelahan.

Olahraga dengan intensitas tinggi tanpa pemulihan yang memadai dapat membuat tubuh kekurangan waktu untuk beristirahat. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu rasa lelah.

Baca Juga :  Tidur dengan Jendela Terbuka, Benarkah Lebih Sehat? Ini Penjelasan Para Ahli
12. Konsumsi Kafein

Kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman energi mengandung kafein. Zat ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan membantu seseorang tetap terjaga.

Namun, efek tersebut tidak berlangsung selamanya. Setelah efek kafein berkurang, sebagian orang dapat merasakan kelelahan atau kantuk.

13. Pola Kerja Shift

Pekerja yang menjalani shift pagi dan malam harus menyesuaikan waktu aktivitas dengan perubahan jam biologis tubuh.

Perubahan jadwal tersebut dapat mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur. Akibatnya, pekerja shift dapat mengalami kelelahan atau kantuk meski merasa telah tidur cukup.

14. Terlalu Lama Tidur Siang

Tidur siang memang dapat membantu memulihkan energi. Namun, durasi yang terlalu panjang dapat membuat seseorang sulit tidur pada malam hari.

Gangguan tersebut kemudian dapat membuat tubuh terasa kurang segar pada pagi berikutnya. Rasa lelah dan kantuk pun bisa bertahan sepanjang hari.

Kapan Rasa Kantuk Perlu Diperiksa?

Sering mengantuk tidak selalu berarti tubuh membutuhkan tambahan waktu tidur. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan stres, gangguan suasana hati, pola hidup, obat-obatan, hingga gangguan tidur.

Jika kantuk terus muncul dan mulai mengganggu pekerjaan, belajar, berkendara, atau aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan diabaikan.

Mengevaluasi pola tidur dan kebiasaan sehari-hari dapat menjadi langkah awal. Bila keluhan menetap, konsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan penyebab yang mendasarinya. (*)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru