Javanusa.com—Rasa kantuk pada siang hari tidak selalu muncul karena kurang tidur. Jika kondisi tersebut terus terjadi meski waktu istirahat terasa cukup, ada faktor lain yang perlu diperhatikan.
Kantuk berlebihan dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan produktivitas, hingga membuat aktivitas harian terasa lebih berat. Penyebabnya juga beragam, mulai dari kondisi psikologis, pola hidup, efek obat, hingga gangguan tidur.
Dilansir dari Klikdokter, berikut sejumlah faktor yang dapat membuat seseorang tetap mengantuk meski sudah tidur cukup.
1. Stres Mengganggu Kualitas Tidur
Tekanan pekerjaan, masalah ekonomi, atau persoalan pribadi dapat memicu stres. Pikiran yang terus aktif bisa mengurangi kualitas istirahat pada malam hari.
Akibatnya, tubuh belum sepenuhnya pulih ketika seseorang bangun. Kondisi ini dapat memunculkan rasa lelah dan kantuk sepanjang hari.
2. Syok Emosional
Kehilangan orang terdekat, putus hubungan, atau pengalaman emosional berat dapat menguras energi mental. Tekanan tersebut juga bisa memengaruhi pola tidur.
Tubuh kemudian terasa lebih lelah dan seseorang dapat mengalami kantuk berkepanjangan.
3. Depresi
Rasa sedih yang menetap, kehilangan energi, dan bangun tidur tanpa merasa segar dapat berkaitan dengan depresi.
Gangguan suasana hati ini juga dapat memengaruhi pola tidur. Karena itu, rasa lelah dan kantuk yang menetap perlu mendapat perhatian.
4. Kecemasan
Kecemasan dapat membuat pikiran sulit tenang, terutama ketika seseorang hendak tidur. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi durasi sekaligus kualitas istirahat.
Akibatnya, rasa kantuk dapat muncul pada siang hari meski seseorang merasa sudah tidur dalam waktu cukup.
5. Kehamilan
Rasa lelah dan kantuk berlebih cukup umum terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan. Kondisi tersebut juga dapat semakin terasa ketika ibu mengalami anemia selama kehamilan.
Tubuh membutuhkan energi lebih besar selama proses adaptasi tersebut. Karena itu, kelelahan dapat muncul lebih mudah.
6. Obesitas
Kelebihan berat badan dapat membuat tubuh membutuhkan energi lebih besar ketika melakukan aktivitas. Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih cepat merasa lelah.
Rasa lelah tersebut kemudian dapat muncul bersamaan dengan kantuk, terutama setelah melakukan aktivitas fisik.
7. Pengobatan Kanker
Pasien kanker yang menjalani terapi seperti kemoterapi dan radioterapi dapat mengalami kelelahan sebagai salah satu efek samping pengobatan.
Keluhan tersebut dapat muncul dalam bentuk tubuh terasa lemas dan mudah mengantuk. Intensitasnya dapat berbeda pada setiap pasien.
8. Sleep Apnea
Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti dan kembali berulang kali saat seseorang tertidur.
Gangguan tersebut dapat menurunkan kualitas tidur meski durasi tidur terlihat cukup. Penderitanya kemudian dapat mengalami kantuk berlebihan pada siang hari.
9. Efek Samping Obat
Beberapa obat dapat menimbulkan rasa lelah atau kantuk sebagai efek samping. Kondisi serupa juga dapat terjadi pada produk herbal tertentu.
Jika rasa kantuk muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, perhatikan petunjuk penggunaannya. Konsultasikan dengan dokter bila keluhan mengganggu aktivitas.
10. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mengganggu fungsi tubuh dan kualitas tidur. Dampaknya dapat berupa kelelahan berkepanjangan serta rasa kantuk.
Dalam jangka panjang, konsumsi alkohol berlebihan juga berkaitan dengan risiko kerusakan hati, termasuk sirosis.
11. Olahraga Terlalu Sedikit atau Berlebihan
Aktivitas fisik membantu menjaga kebugaran tubuh. Namun, kurang bergerak maupun berolahraga secara berlebihan dapat sama-sama memicu kelelahan.
Olahraga dengan intensitas tinggi tanpa pemulihan yang memadai dapat membuat tubuh kekurangan waktu untuk beristirahat. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu rasa lelah.
12. Konsumsi Kafein
Kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman energi mengandung kafein. Zat ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan membantu seseorang tetap terjaga.
Namun, efek tersebut tidak berlangsung selamanya. Setelah efek kafein berkurang, sebagian orang dapat merasakan kelelahan atau kantuk.
13. Pola Kerja Shift
Pekerja yang menjalani shift pagi dan malam harus menyesuaikan waktu aktivitas dengan perubahan jam biologis tubuh.
Perubahan jadwal tersebut dapat mengganggu ritme sirkadian dan kualitas tidur. Akibatnya, pekerja shift dapat mengalami kelelahan atau kantuk meski merasa telah tidur cukup.
14. Terlalu Lama Tidur Siang
Tidur siang memang dapat membantu memulihkan energi. Namun, durasi yang terlalu panjang dapat membuat seseorang sulit tidur pada malam hari.
Gangguan tersebut kemudian dapat membuat tubuh terasa kurang segar pada pagi berikutnya. Rasa lelah dan kantuk pun bisa bertahan sepanjang hari.
Kapan Rasa Kantuk Perlu Diperiksa?
Sering mengantuk tidak selalu berarti tubuh membutuhkan tambahan waktu tidur. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan stres, gangguan suasana hati, pola hidup, obat-obatan, hingga gangguan tidur.
Jika kantuk terus muncul dan mulai mengganggu pekerjaan, belajar, berkendara, atau aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan diabaikan.
Mengevaluasi pola tidur dan kebiasaan sehari-hari dapat menjadi langkah awal. Bila keluhan menetap, konsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan penyebab yang mendasarinya. (*)






