Toyota Indonesia Ekspor 3 Juta Unit, Menperin: Bukti Ketangguhan Industri Manufaktur Nasional

Penulis -

Senin, 13 Oktober 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toyota Indonesia mengekspor 3 juta unit kendaraan. Bukti kekuatan industri manufaktur dan otomotif nasional. (Foto: Kemenperin)

Toyota Indonesia mengekspor 3 juta unit kendaraan. Bukti kekuatan industri manufaktur dan otomotif nasional. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi atas pencapaian ekspor ke-3 juta unit kendaraan yang dilakukan oleh Toyota Group di Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata ketangguhan sektor manufaktur nasional yang terus tumbuh, adaptif, dan berdaya saing di pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Toyota Indonesia telah menjadi motor penggerak industri otomotif nasional dengan kontribusi besar terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja.

“Keberhasilan menembus ekspor tiga juta unit ini merupakan tonggak penting yang menunjukkan bahwa struktur industri kita semakin kuat dan mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (10/10).

Menurut Menperin, sektor otomotif memiliki efek berganda yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Pada 2024, nilai tambah bruto industri kendaraan bermotor mencapai Rp180 triliun.

Dengan backward linkage sebesar 2,07 dan forward linkage sebesar 2,4, industri otomotif diperkirakan memberi dampak tambahan hingga Rp804 triliun bagi sektor hulu dan hilir.

“Industri otomotif bukan hanya memproduksi kendaraan, tetapi juga menggerakkan ekosistem industri pendukung seperti baja, karet, plastik, logam, hingga transportasi dan logistik,” jelasnya.

Toyota Indonesia juga telah membina lebih dari 700 perusahaan pemasok dan menyerap lebih dari 360 ribu tenaga kerja, menjadi bukti nyata kontribusi terhadap ekonomi nasional.

Dorong Kendaraan Ramah Lingkungan

Menperin berharap Toyota Indonesia terus mendukung komitmen pemerintah dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan serta menurunkan emisi karbon.

Ia menegaskan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari agenda besar transformasi industri menuju keberlanjutan.

“Keberhasilan ekspor tiga juta unit ini bukan hanya kebanggaan nasional, tetapi juga momentum untuk mempercepat adopsi teknologi hijau di sektor otomotif. Kita ingin Indonesia menjadi pemain utama kendaraan rendah emisi di Asia,” tegasnya.

Baca Juga :  Kementerian Ekraf Bawa 4 Jenama Kuliner ASIK ke FHI 2026, Bidik Peluang Ekspor Global
Apresiasi dan Visi Global Toyota

Menperin juga menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi Toyota Indonesia yang telah mengekspor produk ke lebih dari 100 negara.

“Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh pelaku industri untuk terus berinovasi, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah bagi bangsa,” ujarnya.

Presiden Toyota Motor Corporation, Koji Sato, turut mengungkapkan rasa terima kasihnya. Menurutnya, pencapaian tiga juta unit kendaraan ekspor menjadi bukti kemampuan industri Indonesia yang terus meningkat.

“Kami berterima kasih kepada pelanggan setia, pemerintah Indonesia, serta semua mitra dan pemangku kepentingan atas dukungannya selama lebih dari lima dekade,” katanya.

Ke depan, lanjut Koji Sato, Toyota akan memperkuat peran Indonesia sebagai pusat Research and Development (R&D) serta basis ekspor untuk kawasan Global South.

“Kami berkomitmen menciptakan kendaraan berkualitas tinggi untuk masyarakat Indonesia dan kemajuan bangsa yang hebat ini,” imbuhnya.

Kemandirian Industri dan Dampak Sosial-Ekonomi

Sebagai industri padat karya, Toyota Indonesia aktif memperkuat ekosistem otomotif nasional dengan menggandeng lebih dari 240 pemasok lokal Tier-1 dan lebih dari 520 pemasok Tier-2 dan Tier-3. Sinergi ini berhasil mengurangi ketergantungan impor dan mendorong kemandirian industri dalam negeri, termasuk pelibatan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Hasilnya terlihat pada tingkat kandungan lokal yang kini mencapai lebih dari 80 persen.

Di sisi lain, investasi Toyota Group yang mencapai Rp100 triliun turut memperkuat pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi dengan jaringan pemasok dan dealer melibatkan lebih dari 360 ribu tenaga kerja dari berbagai sektor, mulai dari produksi hingga layanan purna jual.

Upaya ini tidak hanya membangun kemandirian industri, tetapi juga menjadi pilar penting dalam memperkuat pondasi ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Simfoni Kicau Gerakkan Ekonomi, Ekosistem UMKM di Balik Gantangan Burung
Kontribusi pada Fiskal dan Pajak Daerah

Industri otomotif memiliki peran strategis terhadap penerimaan pajak nasional dan daerah. Sektor ini berkontribusi melalui Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta Pajak Daerah seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Menurut data Kementerian Dalam Negeri, pajak tersebut menjadi salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mendukung stabilitas fiskal daerah.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, menegaskan, “Berkat kekuatan industri manufaktur dan komitmen terhadap kualitas, Toyota Indonesia telah memproduksi 10 juta unit dan mengekspor 3 juta unit kendaraan. Ini membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di pasar global dengan produk berkelas dunia,” tuturnya. (*/red)

Berita Terkait

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal
Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi
Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak
Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen
Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru