Suka Makan Jeroan Sapi? Perhatikan 5 Tips Ini Agar Tetap Sehat dan Aman

Penulis -

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hati sapi. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi hati sapi. (Foto: Pixabay)

Javanusa.com—Jeroan sapi masih menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat Indonesia. Berbagai olahan, seperti gulai paru, sate hati, babat, hingga usus goreng, kerap menjadi pilihan karena cita rasanya yang khas dan teksturnya yang unik.

Di balik kelezatannya, jeroan sapi menyimpan beragam nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, makanan ini juga mengandung kolesterol dan purin dalam jumlah cukup tinggi. Karena itu, masyarakat perlu membatasi konsumsinya, terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu.

Dikutip dari laman, Alodokter, jeroan merupakan bagian organ dalam sapi yang meliputi hati, paru-paru, usus, babat, lidah, hingga otak. Setiap jenis jeroan memiliki kandungan gizi yang berbeda. Meski demikian, secara umum jeroan mengandung protein, vitamin, dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.

Kandungan Nutrisi Jeroan Sapi

Dalam setiap 100 gram jeroan sapi terdapat sekitar 150–300 kalori serta berbagai zat gizi penting, antara lain:

    • Protein sekitar 25 gram
    • Lemak 3–20 gram
    • Vitamin A sekitar 50 mikrogram
    • Vitamin B12 sekitar 10–70 mikrogram
    • Zat besi sekitar 9 miligram
    • Zinc 2–5 miligram
    • Fosfor 200–400 miligram
    • Kalium 250–350 miligram
    • Selenium sekitar 40 mikrogram

Selain itu, jeroan juga mengandung vitamin B kompleks, kolin, tembaga, serta senyawa antioksidan yang membantu menjaga berbagai fungsi tubuh.

Manfaat Jeroan Sapi bagi Kesehatan

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, jeroan sapi dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan.

1. Membantu Memelihara Jaringan Tubuh

Kandungan protein yang tinggi berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein juga mendukung fungsi otot, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta membantu proses pemulihan setelah sakit atau cedera.

2. Mendukung Pembentukan Sel Darah Merah

Hati sapi dikenal kaya akan zat besi dan vitamin B12. Kedua nutrisi tersebut dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah sehingga dapat membantu mencegah anemia.

Baca Juga :  Filler Bibir Bisa Bikin Bibir Lebih Penuh, Tapi Ketahui Dulu Risiko dan Efek Sampingnya

Anemia umumnya ditandai dengan gejala mudah lelah, lemas, dan pusing. Oleh sebab itu, asupan zat besi dan vitamin B12 yang cukup menjadi penting untuk menjaga kesehatan darah.

3. Menjaga Daya Tahan Tubuh

Vitamin A, zinc, dan selenium yang terdapat dalam jeroan berperan penting dalam mendukung sistem imun. Nutrisi tersebut membantu tubuh melawan infeksi sekaligus mempercepat perbaikan jaringan yang mengalami kerusakan.

4. Menunjang Kesehatan Otak dan Saraf

Jeroan mengandung vitamin B kompleks, terutama vitamin B12 dan kolin. Kedua zat gizi ini membantu menjaga fungsi saraf serta mendukung kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi.

5. Membantu Produksi Energi

Berbagai vitamin dan mineral yang terkandung dalam jeroan mendukung proses metabolisme tubuh. Melalui proses tersebut, tubuh dapat mengubah makanan menjadi energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal.

Risiko Konsumsi Jeroan Sapi Berlebihan

Meski kaya nutrisi, konsumsi jeroan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

1. Meningkatkan Kadar Kolesterol

Beberapa jenis jeroan, terutama hati dan otak, mengandung kolesterol dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, kadar kolesterol darah dapat meningkat dan memicu penumpukan plak pada pembuluh darah.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke apabila tidak dikendalikan dengan baik.

2. Memicu Kenaikan Asam Urat

Jeroan termasuk kelompok makanan tinggi purin. Di dalam tubuh, purin akan diubah menjadi asam urat.

Pada orang yang rentan, konsumsi jeroan secara berlebihan dapat memicu serangan asam urat yang ditandai dengan nyeri dan pembengkakan pada persendian.

3. Berisiko Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Jeroan yang tidak dibersihkan atau dimasak hingga matang berpotensi terkontaminasi bakteri, virus, maupun parasit. Kondisi tersebut dapat menyebabkan mual, muntah, diare, sakit perut, hingga keracunan makanan.

Baca Juga :  Ternyata Ini 5 Buah yang Paling Sehat Menurut Ahli
4. Memperberat Penyakit Tertentu

Penderita kolesterol tinggi, penyakit jantung, hipertensi, diabetes, maupun gangguan ginjal sebaiknya membatasi konsumsi jeroan.

Kandungan kolesterol, lemak, dan purin yang tinggi dapat memperburuk kondisi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan dalam jangka panjang.

5. Menyebabkan Kelebihan Vitamin A

Khusus hati sapi, kandungan vitamin A yang tinggi dapat memicu hipervitaminosis A apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu lama.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti sakit kepala, mual, nyeri tulang, gangguan penglihatan, hingga kerusakan hati.

Tips Aman Mengonsumsi Jeroan Sapi

Agar manfaat jeroan sapi tetap dapat diperoleh tanpa meningkatkan risiko kesehatan, beberapa langkah berikut perlu diperhatikan:

    • Batasi konsumsi jeroan sekitar 100–200 gram per minggu.
    • Pilih metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus, mengukus, atau memanggang.
    • Bersihkan jeroan secara menyeluruh dan pastikan matang sempurna sebelum dikonsumsi.
    • Imbangi konsumsi jeroan dengan sayur, buah, dan air putih yang cukup.
    • Konsultasikan dengan dokter apabila memiliki riwayat kolesterol tinggi, asam urat, penyakit jantung, diabetes, atau gangguan ginjal.
Konsumsi Secukupnya untuk Mendapatkan Manfaat

Jeroan sapi dapat menjadi sumber protein, vitamin, dan mineral yang baik bagi tubuh. Namun, kandungan kolesterol, purin, dan vitamin A yang cukup tinggi membuat makanan ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan. (*/red)

Berita Terkait

Kenali 7 Ciri Penyakit Jantung pada Wanita, Jangan Abaikan Gejala Awalnya
Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru