6 Manfaat Jahe untuk Wanita, dari Redakan Mual hingga Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Penulis -

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita menikmati minuman jahe. (Foto: AI Generate)

Ilustrasi wanita menikmati minuman jahe. (Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Jahe tidak hanya berfungsi sebagai bumbu dapur, tetapi juga dikenal sebagai tanaman herbal yang menyimpan beragam manfaat kesehatan bagi wanita.

Kandungan antioksidan dan senyawa aktif di dalamnya dipercaya membantu meredakan mual, mengurangi nyeri haid, hingga menjaga daya tahan tubuh jika dikonsumsi secara tepat.

Jahe merupakan rempah khas Asia Tenggara yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Selain memperkaya cita rasa masakan, akar tanaman ini mengandung gingerol, senyawa aktif yang memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan.

Berkat kandungan tersebut, jahe sering menjadi pilihan sebagai minuman herbal untuk membantu menjaga kesehatan. Berikut sejumlah manfaat jahe bagi wanita yang didukung berbagai penelitian.

1. Membantu Mengurangi Mual saat Hamil

Salah satu manfaat jahe yang paling banyak diteliti adalah kemampuannya meredakan mual dan muntah pada awal kehamilan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Canadian Family Physician menunjukkan bahwa jahe dapat membantu mengurangi gejala morning sickness. Selain pada ibu hamil, rempah ini juga sering dimanfaatkan untuk mengatasi mual akibat mabuk perjalanan, efek pascaoperasi, maupun kemoterapi.

Baik jahe merah maupun jahe putih sama-sama dapat memberikan manfaat tersebut.

2. Meredakan Kram saat Menstruasi

Jahe juga dapat menjadi pilihan alami untuk membantu mengurangi nyeri haid.

Senyawa antioksidan di dalamnya membantu menekan aktivitas enzim yang memicu peradangan. Sementara itu, sensasi hangat dari air rebusan jahe dapat membantu melemaskan otot rahim yang berkontraksi sehingga rasa kram berkurang.

Minuman jahe hangat menjadi salah satu cara yang sering digunakan untuk membantu meredakan keluhan ini.

3. Mengurangi Nyeri Otot dan Sendi

Selain bermanfaat selama menstruasi, jahe juga diketahui membantu mengurangi nyeri pada otot dan persendian.

Efek antiperadangan dari gingerol dapat membantu meredakan keluhan akibat osteoartritis yang cukup sering dialami wanita. Tidak hanya itu, konsumsi jahe juga berpotensi mengurangi nyeri otot setelah aktivitas fisik atau olahraga dengan intensitas tinggi.

Baca Juga :  Filler Bibir Bisa Bikin Bibir Lebih Penuh, Tapi Ketahui Dulu Risiko dan Efek Sampingnya
4. Mendukung Program Penurunan Berat Badan

Jahe dapat membantu meningkatkan proses metabolisme tubuh melalui efek termogeniknya.

Peningkatan metabolisme membuat tubuh membakar kalori lebih efisien. Meski demikian, manfaat ini tidak akan optimal jika hanya mengandalkan konsumsi jahe. Pola makan bergizi seimbang dan olahraga rutin tetap menjadi faktor utama dalam menurunkan berat badan.

5. Membantu Menjaga Kesehatan Kulit

Kandungan antioksidan dalam jahe juga berperan melindungi kulit dari paparan radikal bebas, termasuk polusi dan sinar ultraviolet (UV).

Perlindungan tersebut membantu menjaga produksi kolagen sehingga kulit tetap terasa kenyal dan tampak lebih sehat. Dengan demikian, tanda-tanda penuaan dini dapat diminimalkan jika dibarengi gaya hidup sehat.

6. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sensasi hangat setelah mengonsumsi jahe berasal dari senyawa aktif yang dapat membantu melancarkan sirkulasi darah.

Aliran darah yang lebih baik mendukung distribusi oksigen ke berbagai organ sekaligus membantu proses pembuangan zat sisa metabolisme. Kondisi ini berkontribusi pada fungsi sistem kekebalan tubuh agar bekerja lebih optimal.

Cara Mengonsumsi Jahe yang Tepat

Ada beberapa cara menikmati jahe agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal. Cara paling sederhana adalah merebus irisan jahe segar, kemudian meminum air rebusannya saat hangat. Jahe juga dapat diolah menjadi wedang jahe dengan tambahan gula merah sesuai selera.

Bagi yang menginginkan pilihan praktis, tersedia pula jahe dalam bentuk bubuk instan yang bisa diseduh menggunakan air panas atau dicampurkan ke dalam teh maupun kopi.

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi jahe tetap perlu dibatasi. Mengonsumsi jahe secara berlebihan dapat memicu efek samping, seperti sakit perut, perut kembung, hingga sensasi panas pada lambung. Karena itu, gunakan jahe sebagai bagian dari pola hidup sehat dan konsumsi dalam jumlah yang wajar. (*)

Baca Juga :  5 Cara Mencegah Asma Kambuh, Kenali Pemicu dan Gunakan Obat dengan Tepat

Berita Terkait

Kenali 7 Ciri Penyakit Jantung pada Wanita, Jangan Abaikan Gejala Awalnya
Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru