9 Minuman Tradisional Indonesia yang Menyehatkan, dari Beras Kencur hingga Bandrek

Penulis -

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi minuman kunyit asam.(Foto: AI Generate)

Ilustrasi minuman kunyit asam.(Foto: AI Generate)

Javanusa.com—Minuman tradisional Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga masih banyak dikonsumsi karena dipercaya membantu menjaga kesehatan.

Beragam jamu dan minuman berbahan rempah menawarkan manfaat yang berbeda, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan peradangan, hingga membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Sejak lama masyarakat Indonesia memanfaatkan rempah-rempah sebagai bahan utama minuman herbal. Berbagai jenis jamu diracik dari tanaman obat dan rempah alami yang kaya senyawa aktif sehingga banyak digunakan untuk menjaga kebugaran maupun membantu mengatasi keluhan kesehatan ringan.

Setiap minuman tradisional memiliki komposisi dan manfaat yang berbeda. Berikut sembilan minuman tradisional Indonesia yang populer beserta khasiatnya.

1. Beras Kencur, Bantu Jaga Imunitas dan Lancarkan Pencernaan

Beras kencur merupakan jamu khas Jawa yang dibuat dari kencur dan air rendaman beras. Beberapa racikan juga menambahkan kapulaga, temu kunci, asam jawa, pala, serta kapur.

Kandungan antioksidan pada kencur membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh sekaligus melindungi tubuh dari infeksi. Selain itu, minuman ini dapat membantu meredakan tenggorokan yang tidak nyaman, mengurangi gejala flu, meningkatkan produksi enzim pencernaan, serta mengatasi perut kembung.

2. Kunyit Asam, Redakan Peradangan dan Nyeri Haid

Kunyit asam dikenal karena perpaduan rasa pahit kunyit dan asam segar dari asam jawa. Minuman herbal ini menjadi salah satu jamu yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia.

Kandungan kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antiinflamasi yang membantu mengurangi peradangan. Senyawa tersebut juga berperan sebagai antioksidan yang mendukung kesehatan kulit. Bagi perempuan, kunyit asam kerap dikonsumsi untuk membantu meredakan kram dan nyeri saat menstruasi.

3. Bajigur, Hangatkan Tubuh dan Ringankan Gangguan Pencernaan

Bajigur berasal dari Jawa Barat dan memiliki cita rasa manis serta gurih karena dibuat dari jahe, gula aren, dan santan. Minuman ini sering disajikan bersama kolang-kaling, pisang, atau waluh kukus.

Baca Juga :  Kota Padang Peringkat Pertama SPI KPK 2025 di Sumatera, Fadly Amran Tegaskan Komitmen Pemerintahan Bersih

Jahe dalam bajigur memiliki sifat antiradang dan antibakteri yang dapat membantu meredakan batuk maupun sakit tenggorokan. Mengutip Johns Hopkins Medicine, jahe juga membantu mengurangi konstipasi dengan memperlancar pengeluaran gas dari saluran pencernaan.

4. Galian Singset, Herbal yang Dipercaya Menjaga Bentuk Tubuh

Galian singset merupakan jamu yang diracik dari temulawak, jahe, kunyit, serai, kayu manis, ketumbar, merica, dan asam jawa.

Secara tradisional, masyarakat percaya ramuan ini membantu menjaga bentuk tubuh karena dianggap mendukung proses pembakaran lemak. Selain itu, bahan-bahan herbalnya dipercaya membantu mencerahkan kulit, menjaga aroma tubuh, dan mengencangkan organ kewanitaan.

5. Wedang Uwuh, Kaya Rempah dengan Banyak Khasiat

Wedang uwuh berasal dari Yogyakarta. Nama “uwuh” berarti sampah dalam bahasa Jawa karena tampilan rempah-rempahnya menyerupai tumpukan dedaunan.

Minuman ini dibuat dari jahe emprit, kayu secang, kayu manis, cengkeh, daun pala, kapulaga, dan gula batu. Kombinasi rempah tersebut dipercaya membantu meningkatkan nafsu makan, menghangatkan tubuh, mengurangi masuk angin, serta meredakan peradangan.

6. Sari Temulawak, Mengandung Puluhan Senyawa Aktif

Sari temulawak telah lama digunakan sebagai minuman herbal untuk mendukung kesehatan. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Evidence-based Complementary and Alternative Medicine menyebutkan bahwa temulawak mengandung lebih dari 40 senyawa aktif, termasuk terpenoid, kurkuminoid, dan fenolik.

Berbagai kandungan tersebut dikaitkan dengan manfaat untuk membantu mengatasi gangguan lambung, penyakit hati, sembelit, diare, radang sendi, wasir, keputihan, hingga rematik.

7. Jamu Paitan Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah

Sesuai namanya, jamu paitan memiliki rasa pahit karena dibuat dari sambiloto, brotowali, meniran, lempuyang, widoro laut, doro putih, babakan pule, adas, dan empon-empon.

Selain membantu mengurangi gatal, pegal-pegal, perut kembung, dan pusing, penelitian dalam jurnal Heliyon melaporkan bahwa jamu paitan berpotensi membantu mengendalikan diabetes. Penelitian tersebut menunjukkan ramuan ini dapat meningkatkan penyerapan glukosa oleh otot sekaligus merangsang produksi insulin pada sel beta pankreas.

Baca Juga :  Virus Hanta di Indonesia Meningkat, Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus HPS
8. Bir Pletok, Minuman Khas Betawi Tanpa Alkohol

Meski menggunakan nama “bir”, minuman khas Betawi ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Bir pletok dibuat dari jahe, kayu manis, cengkeh, bunga lawang, lada hitam, dan gula aren.

Kombinasi rempah tersebut memberikan sensasi hangat sekaligus membantu meredakan gangguan pencernaan dan menciptakan rasa nyaman setelah dikonsumsi.

9. Bandrek, Minuman Hangat Favorit Saat Cuaca Dingin

Bandrek dibuat dengan merebus jahe, kayu manis, gula aren, dan air. Setelah itu, ketan hitam yang telah dimasak ditambahkan sebelum minuman disaring dan disajikan hangat.

Jahe menjadi komponen utama yang memberikan manfaat menghangatkan tubuh sekaligus membantu meredakan gangguan pencernaan.

Warisan Budaya yang Tetap Relevan

Selain menawarkan berbagai manfaat kesehatan, minuman tradisional Indonesia menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Nusantara.

Di tengah perkembangan pengobatan modern, jamu dan minuman herbal tetap diminati sebagai pelengkap gaya hidup sehat sekaligus warisan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. (*)

Berita Terkait

Kenali 7 Ciri Penyakit Jantung pada Wanita, Jangan Abaikan Gejala Awalnya
Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terbaru