17 Manfaat Jambu Biji untuk Kesehatan, dari Imunitas hingga Kesehatan Kulit

Penulis -

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jambu biji. (Foto: Pexels)

Ilustrasi jambu biji. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Jambu biji bukan sekadar buah yang nikmat disantap langsung atau diolah menjadi jus. Kandungan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan di dalamnya membuat buah ini memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Ada dua jenis jambu biji yang umum ditemukan, yaitu jambu biji merah dan putih. Keduanya memiliki rasa manis dengan sedikit sentuhan asam serta aroma khas yang membuatnya mudah disukai.

Selain dikonsumsi sebagai buah segar, jambu biji juga kerap digunakan dalam rujak dan berbagai olahan minuman. Lantas, apa saja manfaat jambu biji bagi tubuh?

Dilansir dari KlikDokter, berikut 17 khasiat yang perlu diketahui, sekaligus alasan buah ini layak masuk dalam pola makan sehari-hari.

1. Menyediakan Beragam Nutrisi

Jambu biji mengandung sejumlah zat gizi penting. Data Panganku mencatat kandungan per 100 gram jambu biji antara lain air 8,6 gram, serat 2,4 gram, protein 0,9 gram, lemak 0,3 gram, dan karbohidrat 12,2 gram.

Buah ini juga mengandung kalsium, fosfor, zat besi, natrium, kalium, tembaga, zink, beta karoten, serta vitamin B1, B2, B3, dan vitamin C.

Kandungan vitamin C menjadi salah satu keunggulan jambu biji. Nutrisi tersebut berperan dalam mendukung fungsi sistem imun dan menjaga kesehatan jaringan tubuh.

2. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Vitamin C membantu menjalankan berbagai fungsi sistem kekebalan tubuh. Asupan vitamin C yang cukup mendukung tubuh dalam menghadapi berbagai patogen penyebab infeksi.

Karena itu, jambu biji dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian.

Namun, konsumsi jambu biji tidak menggantikan pengobatan medis pada penyakit infeksi tertentu.

3. Membantu Mencegah Sembelit

Kandungan serat membuat jambu biji berpotensi membantu menjaga kelancaran buang air besar.

Serat membantu mempertahankan tekstur feses agar tetap lebih lunak. Kondisi tersebut memudahkan feses bergerak melalui saluran pencernaan.

Asupan serat yang cukup juga menjadi salah satu bagian penting dalam pola makan untuk mencegah sembelit.

4. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Manfaat jambu biji tidak berhenti pada kelancaran buang air besar. Serat di dalam buah juga dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus.

Baca Juga :  Bolehkah Ibu Menyusui Makan Nasi Goreng? Ini Batas Aman dan Tipsnya

Keseimbangan mikrobiota usus berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan fungsi sistem kekebalan tubuh.

5. Cocok sebagai Pilihan dalam Program Diet

Jambu biji dapat menjadi pilihan buah bagi orang yang sedang mengatur asupan kalori.

Data dalam sumber menyebutkan jambu biji menyediakan sekitar 49 kalori per 100 gram. Kandungan seratnya juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Meski demikian, penurunan berat badan tetap membutuhkan pengaturan pola makan secara keseluruhan. Aktivitas fisik dan kebutuhan energi setiap orang juga perlu diperhitungkan.

6. Daun Jambu Biji Berpotensi Membantu Mengatasi Diare

Selain buahnya, masyarakat juga mengenal daun jambu biji sebagai bahan yang digunakan untuk membantu mengatasi diare.

Penelitian yang dimuat dalam Medical Journal of Lampung University menemukan senyawa aktif seperti flavonoid quercetin pada daun jambu biji.

Quercetin dikaitkan dengan penghambatan pelepasan asetilkolin dan kontraksi usus. Senyawa tanin, minyak atsiri, serta alkaloid juga memiliki aktivitas yang berhubungan dengan fungsi saluran cerna.

Temuan tersebut belum berarti daun jambu biji dapat menggantikan terapi medis. Diare yang berat atau berlangsung lama tetap membutuhkan pemeriksaan tenaga kesehatan.

7.  Membantu Menjaga Kadar Kolesterol

Pola makan yang sehat berperan penting dalam menjaga kadar kolesterol. Jambu biji dapat menjadi salah satu pilihan buah karena mengandung serat dan berbagai senyawa bioaktif.

Konsumsi jambu biji, termasuk dalam bentuk jus, dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan perubahan positif pada profil kolesterol.

Namun, pengendalian kolesterol tetap membutuhkan pola makan seimbang dan pembatasan asupan lemak jenuh.

8. Mendukung Pengendalian Tekanan Darah

Jambu biji mengandung kalium, mineral yang berperan dalam keseimbangan cairan dan fungsi otot, termasuk otot jantung.

Asupan kalium yang cukup juga berkaitan dengan pengaturan tekanan darah. Karena itu, jambu biji dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan kardiovaskular.

9. Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung

Tekanan darah dan kadar kolesterol yang tidak terkendali dapat meningkatkan beban pada sistem kardiovaskular.

Baca Juga :  RSAM Bukittinggi Resmi Jadi Rumah Sakit Tipe A, Diproyeksikan Jadi Rujukan Utama di Wilayah Tengah Sumatera

Kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan pada jambu biji membuat buah ini layak dimasukkan dalam pola makan untuk menjaga kesehatan jantung.

Manfaat tersebut tentu perlu didukung kebiasaan lain, seperti berolahraga, menjaga berat badan, dan tidak merokok.

10. Membantu Menjaga Kadar Gula Darah

Menjaga kadar gula darah membutuhkan pola makan yang tepat. Buah utuh seperti jambu biji dapat menjadi salah satu pilihan karena mengandung serat.

Serat dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Efek tersebut dapat membantu menjaga respons gula darah setelah makan.

Bagi penderita diabetes, jumlah dan jenis makanan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi serta rekomendasi tenaga kesehatan.

11. Berpotensi Menurunkan Risiko Diabetes

Konsumsi buah dan sayuran menjadi bagian dari pola makan yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan metabolik.

Sebuah studi dalam jurnal Nutrition Metabolism melaporkan konsumsi teh daun jambu biji dan buahnya dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan.

Efek tersebut dilaporkan dapat bertahan hingga sekitar dua jam. Temuan ini menunjukkan potensi manfaat jambu biji, tetapi bukan berarti buah tersebut dapat mencegah diabetes secara tunggal.

12. Mendukung Proses Penyembuhan Luka

Vitamin C memiliki peran penting dalam pembentukan kolagen. Protein tersebut dibutuhkan tubuh dalam proses perbaikan jaringan.

Jambu biji yang kaya vitamin C dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung proses penyembuhan luka.

Asupan makanan bergizi tetap menjadi bagian dari pemulihan, terutama ketika tubuh membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk memperbaiki jaringan.

13. Membantu Melawan Radikal Bebas

Jambu biji mengandung vitamin C dan senyawa antioksidan lainnya. Antioksidan membantu melindungi sel dari tekanan oksidatif akibat radikal bebas.

Radikal bebas dapat terbentuk melalui proses metabolisme tubuh. Paparan sinar ultraviolet, polusi, dan asap rokok juga dapat meningkatkan paparan tersebut.

Karena itu, konsumsi buah kaya antioksidan dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung perlindungan sel.

14. Berpotensi Mendukung Pencegahan Kanker

Kerusakan sel akibat stres oksidatif menjadi salah satu mekanisme yang banyak diteliti dalam perkembangan kanker.

Baca Juga :  Berbagi Kebahagiaan di HJK Padang Ke-355, Pj Wako Andree Kunjungi Lansia Wisma Cinta Kasih

Kandungan antioksidan pada jambu biji membuat buah ini menarik untuk dikaji dalam kaitannya dengan kesehatan sel.

Penelitian menggunakan ekstrak minyak daun jambu biji pada hewan juga menunjukkan aktivitas terhadap perkembangan sel kanker. Namun, hasil penelitian tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan efek konsumsi jambu biji pada manusia.

Karena itu, jambu biji sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai obat kanker.

15. Mendukung Kesehatan Lambung

Jambu biji mengandung berbagai senyawa fitokimia, termasuk karotenoid dan vitamin C. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mendukung perlindungan sel.

Beberapa sumber juga mengaitkan jambu biji dengan aktivitas terhadap mikroorganisme tertentu. Meski demikian, klaim bahwa jambu biji dapat mengatasi penyakit lambung atau asam lambung masih membutuhkan bukti klinis yang lebih kuat.

Orang dengan keluhan lambung berulang sebaiknya tidak menggantungkan pengobatan hanya pada konsumsi buah.

16. Membantu Menjaga Kesehatan Kulit

Vitamin C dan antioksidan berperan dalam menjaga kondisi kulit. Vitamin C juga dibutuhkan tubuh untuk pembentukan kolagen.

Asupan nutrisi tersebut dapat membantu menjaga struktur dan fungsi jaringan kulit. Perlindungan terhadap paparan ultraviolet tetap membutuhkan langkah lain, terutama penggunaan pelindung matahari.

17. Menjadi Pilihan Buah bagi Ibu Hamil

Jambu biji dapat menjadi salah satu pilihan buah selama kehamilan karena menyediakan vitamin C dan sejumlah mineral.

Vitamin C membantu mendukung fungsi imun serta membantu penyerapan zat besi dari makanan. Asupan zat besi yang cukup penting untuk membantu mencegah anemia selama kehamilan.

Konsumsi buah tetap perlu menjadi bagian dari menu yang beragam. Ibu hamil sebaiknya memenuhi kebutuhan gizi berdasarkan kondisi masing-masing dan anjuran tenaga kesehatan.

Jambu Biji Layak Masuk Menu Harian

Beragam kandungan nutrisi membuat jambu biji memiliki tempat dalam pola makan sehat. Serat, vitamin C, mineral, serta senyawa antioksidannya dapat mendukung berbagai fungsi tubuh.

Meski demikian, manfaat jambu biji tidak berarti buah ini dapat menggantikan obat atau terapi medis. Pola makan seimbang tetap menjadi dasar untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang. (*)

Berita Terkait

Kenali 7 Ciri Penyakit Jantung pada Wanita, Jangan Abaikan Gejala Awalnya
Perkuat Pariwisata Kesehatan Sumbar, Fadly Amran Dorong Digitalisasi Herbal
Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Cegah Korupsi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Evi Yandri Tinjau SLB Negeri 1 Padang, Siap Perjuangkan Kebutuhan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Muhidi Ungkap 3 Kunci Kesuksesan Siswa: Dengarkan Guru, Perbanyak Literasi, dan Perkuat Karakter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Guru PPPK Sumbar Didorong Jadi Agen Perubahan, Muhidi Tekankan SDM Unggul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Solsel, Mario Syahjohan Minta UU TPKS Ditegakkan Solsel, Javanusa—Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Solok Selatan (Solsel) mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mario Syahjohan. Mario meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan memastikan setiap laporan kekerasan mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum. Menurutnya, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan masa depan korban. Sebagai putra daerah Solok Selatan, Mario menilai masyarakat perlu membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Ia juga mengingatkan agar kasus kekerasan tidak dianggap sebagai persoalan keluarga yang dapat diselesaikan begitu saja melalui perdamaian. “Kekerasan seksual merupakan tindak pidana serius. Karena itu, setiap kasus harus ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sebagai persoalan biasa yang cukup diselesaikan dengan perdamaian semata,” tegas Mario, Jumat (2/10/2026). Mario Tekankan Penegakan UU TPKS Mario mengatakan aparat dan pihak terkait perlu menggunakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS sebagai dasar penanganan. Undang-undang tersebut mencakup berbagai bentuk kekerasan seksual. Di antaranya pelecehan seksual nonfisik dan fisik, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan sterilisasi, pemaksaan perkawinan, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Namun, Mario menegaskan penanganan perkara tidak cukup hanya mengejar pertanggungjawaban pelaku. Negara dan seluruh pihak terkait juga harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan pendampingan. “Yang harus kita pikirkan bukan hanya bagaimana menghukum pelaku, tetapi juga bagaimana memastikan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, pemulihan, serta kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara layak tanpa stigma,” ujarnya. Perdamaian Jangan Mengorbankan Hak Korban Mario turut mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perdamaian sebagai jalan pintas dalam perkara kekerasan seksual. Terlebih jika korban merupakan anak, proses penyelesaian harus tetap mempertimbangkan keselamatan dan hak korban. Ia menilai tekanan untuk menjaga nama baik keluarga tidak boleh mengorbankan kepentingan anak. Korban juga tidak seharusnya menanggung beban untuk menyelesaikan persoalan yang dilakukan oleh orang dewasa. “Jangan sampai demi menjaga nama baik keluarga atau alasan lainnya, hak dan keselamatan korban justru dikorbankan. Anak adalah pihak yang harus kita lindungi, bukan pihak yang harus dibebani untuk menyelesaikan persoalan orang dewasa,” katanya. Selain itu, Mario meminta masyarakat berhati-hati terhadap pemberian uang atau imbalan yang berkaitan dengan upaya memengaruhi proses penegakan hukum. Menurutnya, penyelesaian setiap perkara harus berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hak korban tetap terlindungi dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Ancaman terhadap Anak Perlu Menjadi Evaluasi Mario juga menyoroti persoalan lain berupa ancaman pembunuhan dan tindakan penyerangan yang dilakukan orang dewasa hingga memasuki pekarangan rumah. Peristiwa tersebut menyasar anak dan pada akhirnya diselesaikan melalui jalan damai. Ia menilai kejadian seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Menurut Mario, lingkungan tempat anak tumbuh harus menghadirkan rasa aman, bukan ketakutan. “Ketika yang menjadi korban adalah anak, maka keselamatan dan masa depannya harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin anak-anak tumbuh dalam ketakutan karena merasa lingkungan di sekitarnya tidak memberikan rasa aman,” ujarnya. Perlindungan Perempuan dan Anak Tanggung Jawab Bersama Mario yang telah dua periode menjadi Anggota DPRD Sumatera Barat menegaskan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada keluarga atau sekolah. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dunia usaha, keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Keamanan dan perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara hadir untuk memberikan perlindungan, sementara masyarakat harus membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi kekerasan,” katanya. Karena itu, Mario mendorong Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat program pencegahan kekerasan. Edukasi masyarakat, pendampingan korban serta sistem pelaporan yang mudah diakses juga perlu diperkuat. Ia berharap sistem tersebut berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, korban dan keluarga tidak merasa takut ketika hendak melaporkan kekerasan yang mereka alami. Dorong Solok Selatan Jadi Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak Mario berharap keberhasilan pembangunan Solok Selatan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Kemampuan daerah menciptakan ruang hidup yang aman bagi perempuan dan anak juga harus menjadi indikator penting. “Mari kita jadikan Solok Selatan bukan hanya daerah yang maju pembangunannya, tetapi juga kabupaten yang ramah, aman dan memberikan rasa nyaman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, dan tidak boleh ada anak yang merasa sendirian ketika menghadapi kekerasan,” pungkasnya. Menurut Mario, cita-cita menjadikan Solok Selatan sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak membutuhkan komitmen lintas sektor. Penguatan keluarga, edukasi masyarakat, keberanian melapor, pendampingan korban dan penegakan hukum yang konsisten harus berjalan beriringan. “Melindungi perempuan dan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga investasi moral untuk memastikan generasi Solok Selatan tumbuh dalam lingkungan yang aman, bermartabat dan penuh kasih,” tutup Mario Syahjohan. (*)

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Muhidi Dorong Sekolah Ramah Anak Perkuat Perlindungan dan Hak Pelajar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila di HUT ke-81 Sumbar

Berita Terbaru